Media Kampung – 07 April 2026 | Kaltim Methanol Industri (KMI) baru-baru ini menerima penghargaan Green Leadership Proper yang diberikan kepada Direkur Umum perusahaan, Agus Priyatno.

Penghargaan tersebut menandai pengakuan atas komitmen KMI dalam menerapkan praktik ramah lingkungan di sektor industri kimia.

Upacara penyerahan penghargaan digelar secara virtual dan disiarkan melalui platform video yang diakses oleh para pemangku kepentingan.

Dalam video tersebut, Agus Priyatno menyampaikan apresiasi kepada tim KMI dan menegaskan pentingnya inovasi hijau.

Selama tiga tahun terakhir, perusahaan berhasil menurunkan intensitas karbon per ton metanol sebesar 12 persen.

Baca juga:

Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar sekunder pada unit pembangkit meningkatkan pangsa energi terbarukan menjadi 18 persen.

Tim teknik KMI juga mengimplementasikan teknologi penangkap CO₂ yang kini beroperasi pada dua fasilitas produksi utama.

Hasil monitoring internal menunjukkan penurunan konsentrasi sulfur di udara sekitar 15 persen setelah penerapan filter khusus.

Agus Priyatno menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas departemen, termasuk produksi, lingkungan, dan keuangan.

Ia menambahkan, “Kami tidak hanya berfokus pada profit, melainkan pada tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.”

Manajemen KMI berencana memperluas inisiatif hijau ke pabrik baru yang sedang dibangun di Kalimantan Timur.

Investasi dalam proyek energi bersih diperkirakan mencapai 200 miliar rupiah dalam lima tahun ke depan.

Baca juga:

Strategi diversifikasi energi ini selaras dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi.

Pemerintah Indonesia menargetkan 23 persen energi terbarukan pada tahun 2025, dan KMI berkomitmen mendukung target tersebut.

Penghargaan Green Leadership Proper juga menyoroti transparansi KMI dalam pelaporan keberlanjutan melalui standar GRI.

Laporan tahunan terbaru menampilkan data terperinci mengenai konsumsi air, energi, dan emisi gas rumah kaca.

Analisis independen menunjukkan bahwa KMI berada di peringkat teratas sektor petrokimia Indonesia dalam hal efisiensi energi.

Para analis pasar menilai bahwa prestasi lingkungan KMI dapat meningkatkan daya saing produk metanol di pasar ekspor.

Secara keseluruhan, penghargaan ini memperkuat reputasi KMI sebagai pelaku industri yang bertanggung jawab dan inovatif.

Baca juga:

Perusahaan berkomitmen melanjutkan upaya pengurangan jejak lingkungan sambil mempertahankan pertumbuhan produksi yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.