Media Kampung – 04 April 2026 | Dalam sebuah video yang dipublikasikan pada akhir pekan, sejumlah pengusaha alat kesehatan (alkes) menegaskan perlunya regulasi yang tidak berubah secara cepat. Mereka menilai kepastian regulasi menjadi kunci utama dalam memperkuat produksi dalam negeri.

Para pelaku industri menyoroti bahwa regulasi yang sering beralih menambah beban administratif dan menurunkan daya saing produk lokal. Kondisi tersebut membuat investor ragu untuk menambah kapasitas produksi.

Pengusaha tersebut juga menekankan pentingnya koordinasi antara kementerian kesehatan, badan regulasi, dan asosiasi produsen alkes. Tanpa sinergi, proses perizinan akan tetap berbelit dan memakan waktu.

Video tersebut menampilkan data yang menunjukkan pertumbuhan permintaan alkes domestik mencapai tiga puluh persen dalam dua tahun terakhir. Namun, pertumbuhan tersebut belum tercermin dalam peningkatan produksi dalam negeri secara signifikan.

Para pelaku industri mengingatkan bahwa sebagian besar kebutuhan alkes masih dipenuhi oleh impor, yang menguras devisa negara. Mereka berharap regulasi yang stabil dapat membuka peluang bagi produsen lokal untuk menembus pasar domestik.

Salah satu asosiasi alkes menambahkan bahwa standar teknis yang sering diperbarui menimbulkan biaya tambahan bagi perusahaan kecil. Perusahaan kecil biasanya tidak memiliki sumber daya untuk mengadaptasi perubahan tersebut dalam waktu singkat.

Selain itu, pengusaha menyoroti kebutuhan akan kebijakan insentif fiskal, seperti pengurangan pajak impor bahan baku. Kebijakan tersebut akan mempercepat rantai pasok dan menurunkan harga produk akhir.

Dalam video, mereka juga mengusulkan pembentukan forum regulasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah diskusi kebijakan yang transparan dan berkelanjutan.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menanggapi bahwa regulasi terus disesuaikan dengan standar internasional. Namun, mereka menyatakan kesiapan untuk mendengarkan masukan dari industri.

Para pengusaha menegaskan bahwa stabilitas regulasi tidak berarti stagnasi, melainkan penyesuaian yang terukur dan terjadwal. Penyesuaian tersebut harus disertai dengan sosialisasi yang memadai.

Kondisi pasar global yang semakin kompetitif menuntut Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah produk alkes. Stabilitas regulasi diyakini dapat mempercepat inovasi dan peningkatan kualitas.

Sejumlah analis ekonomi menyatakan bahwa regulasi yang konsisten dapat menarik investasi asing ke sektor alkes. Investasi tersebut dapat membawa teknologi baru dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

Video berakhir dengan seruan bersama untuk menciptakan iklim regulasi yang mendukung pertumbuhan industri alkes nasional. Pengusaha berharap pemerintah dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut secepatnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.