Media Kampung – 02 April 2026 | Operasi pencarian selama lima hari terhadap Mohammad Sheva Yusuf, wisatawan berusia 22 tahun yang hilang di Pantai Papuma, resmi dihentikan pada Rabu (2 April) pukul 16.00 WIB. Tim SAR gabungan belum menemukan jejak korban hingga saat itu.

Korban berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan dilaporkan menghilang setelah tertinggal oleh ombak pada Sabtu (28 Maret) pagi. Pencarian intensif melibatkan puluhan personel namun tetap nihil.

Dua rekan berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke pantai, sementara Yusuf terseret arus dan tidak dapat ditemukan. Pihak berwenang mengkategorikan kasus ini sebagai orang hilang yang diduga tenggelam.

Setelah insiden, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan Basarnas segera mengerahkan tim SAR. Operasi mencakup tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang beroperasi secara simultan.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan keputusan penghentian diambil setelah koordinasi intensif dengan Basarnas dan elemen SAR lainnya. Ia menegaskan bahwa semua opsi penyelamatan telah dipertimbangkan secara matang.

Tim SAR menggunakan perahu karet milik Basarnas untuk melakukan penyisiran di perairan tengah laut. Selain itu, drone milik Senkom dikerahkan untuk memantau area yang sulit dijangkau secara langsung.

Penggunaan drone memungkinkan pemetaan visual area pantai secara real‑time, mempercepat identifikasi jejak potensial. Data yang diperoleh diproses oleh pusat komando untuk mengarahkan sumber daya lebih efektif.

Kondisi cuaca pada hari pencarian kelima tercatat cerah, namun tinggi gelombang mencapai 1,0 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut menjadi faktor pembatas bagi personel yang harus tetap berada di perairan.

Gelombang yang tidak menentu menyulitkan operasi penyelaman dan pemindahan peralatan berat. Petugas harus menyesuaikan taktik secara terus‑menerus demi menjaga keselamatan tim.

Setelah lima hari tanpa temuan, pimpinan operasi menyatakan bahwa melanjutkan pencarian tidak lagi memberikan harapan realistis. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan.

Meskipun operasi utama dihentikan, otoritas berjanji akan melakukan pemantauan lanjutan selama dua hari ke depan. Pemantauan ini melibatkan patroli udara dan kapal patroli untuk memastikan tidak ada indikasi baru.

Kolaborasi melibatkan BPBD Jember, Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, Polsek serta Koramil Wuluhan, dan sejumlah relawan lokal. Keluarga korban juga dilibatkan dalam proses pencarian untuk memberikan dukungan moral.

Edy Budi Susilo menegaskan bahwa pengawasan di wilayah Pantai Papuma tidak akan berhenti total meski operasi pencarian utama selesai. Patroli rutin akan tetap dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

Pengelola wisata setempat kembali mengimbau pengunjung mematuhi rambu larangan, terutama di zona rawan ombak besar. Kepatuhan terhadap peraturan dianggap kunci utama untuk menghindari tragedi di masa mendatang.

Kasus ini menambah daftar insiden di mana wisatawan mengabaikan batas area aman demi kepentingan foto atau video. Pihak berwenang menilai edukasi keselamatan pantai perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

Para wisatawan disarankan menunggu instruksi petugas, menghindari area terlarang, dan menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai. Jika terjadi perubahan cuaca mendadak, sebaiknya segera meninggalkan pantai.

Hingga kini, nasib Mohammad Sheva Yusuf masih belum diketahui, sementara otoritas terus memantau situasi dan mengingatkan pentingnya disiplin di area pantai. Kasus ini menjadi pengingat kolektif bagi seluruh pelaku wisata untuk menghormati batas keamanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.