Media Kampung – 02 April 2026 | Kemacetan arus balik menuju Pelabuhan Ketapang masih berlangsung pada hari ke-10, dengan panjang antrian mencapai sekitar 14 kilometer berdasarkan citra satelit pukul 19.20 WIB.
Jam lalu lintas ini telah terjadi sejak Sabtu, 28 Maret, dan menimbulkan kerugian bagi ribuan pengguna jalan yang menunggu.
Risky, yang berangkat dari Madiun menuju Denpasar bersama keluarga, terjebak di wilayah Wongsorejo pada pukul 15.00 WIB dan baru dapat masuk antrean pelabuhan sekitar pukul 18.00 WIB.
“Baru masuk antrean pelabuhan mau magrib ini. Kurang lebih tiga jam kena macet,” ujar Risky.
Ia mengingat kembali pernah mengalami kemacetan serupa saat mudik dari Bali ke Jawa, namun kali ini ia harus mengurus bayi berusia lima bulan.
Saat tiba di antrean, Risky menggendong bayinya keluar mobil untuk memberi udara segar, sambil tetap was-was atas kondisi lalu lintas.
Walid, seorang pengemudi yang juga mengantar anak berusia empat tahun, terperangkap sejak pukul 10.30 WIB dan baru dapat masuk antrean pada pukul 17.30 WIB menjelang magrib.
“Ini paling parah macet ini. Saya baru masuk pelabuhan 17.30 WIB. Di jalan anak ya sempat rewel, nangis‑nangis,” kata Walid.
Kedua keluarga berharap pihak berwenang dapat segera mengurai kemacetan agar arus lalu lintas kembali normal.
Data ASDP Ketapang mencatat bahwa selama periode arus balik, sebanyak 404 ribu penumpang pejalan kaki atau 78 persen telah kembali ke Bali, dan sekitar 127 ribu kendaraan atau 77 persen dari total kendaraan telah menyeberang.
Sisa 113 ribu penumpang (22 persen) dan 37.365 kendaraan (23 persen) masih belum dapat menyeberang, menandakan beban tersisa yang signifikan.
Situasi ini menambah tekanan pada keluarga yang membawa anak kecil, karena waktu menunggu yang lama dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan mereka.
Pihak kepolisian dan pengelola pelabuhan diminta meningkatkan koordinasi serta mempercepat prosedur pemeriksaan untuk memperlancar arus kendaraan.
Kejadian ini menegaskan perlunya perencanaan yang lebih baik pada musim mudik berikutnya untuk menghindari penumpukan lalu lintas serupa.
Dengan upaya bersama, diharapkan kemacetan dapat terurai dalam waktu dekat dan layanan pelabuhan kembali beroperasi seperti biasa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan