Media Kampung – 26 Maret 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan maut yang menimpa sebuah rombongan keluarga di Majalengka.
Insiden terjadi pada malam Senin 23 Maret 2026 di jalur Panjalu‑Cikijing, ketika sebuah mobil travel Isuzu Elf terbalik dan menewaskan enam orang, termasuk lima anggota keluarga dan sopir.
Dedi Mulyadi mengungkapkan duka yang mendalam dalam sebuah video Instagram, menyebut para korban sebagai warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
“Saya menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas meninggalnya enam warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang,” ujarnya.
Sebagai bentuk empati, pemerintah provinsi menyiapkan bantuan tunai sebesar Rp150 juta untuk keluarga korban yang ditinggalkan.
Dedi menegaskan bantuan tersebut dimaksudkan sebagai bekal ekonomi dan dukungan moral bagi para keluarga yang berduka.
Polres Majalengka juga memberikan layanan trauma healing kepada korban luka yang masih dirawat di RSUD Cideres.
Tim psikolog dan petugas SDM Polri melakukan sesi konseling untuk memulihkan kondisi mental para korban.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh secara terpisah memberikan santunan tambahan sebesar Rp50 juta per korban yang meninggal.
Ia menambahkan bahwa santunan tersebut diberikan langsung setelah koordinasi dengan Jasa Raharja tidak menghasilkan klaim.
Koordinasi antara pemerintah Karawang dan Jasa Raharja mengungkapkan bahwa kendaraan travel tidak dapat mengajukan klaim asuransi kecelakaan.
Akibat hal tersebut, pihak Kabupaten Karawang memutuskan memberikan bantuan finansial secara mandiri.
Menurut laporan Polres Majalengka, kendaraan melaju dari Panjalu menuju Cikijing sebelum kehilangan kendali pada tikungan tajam.
Kendaraan tersebut kemudian menuruni lereng, masuk parit, dan terguling, menempatkan 21 penumpang di dalamnya.
Enam orang tewas di tempat, sementara sisanya mengalami luka-luka yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
Dedi Mulyadi mengingatkan para pemudik untuk tidak memaksakan perjalanan bila merasa lelah.
“Lebih baik menepi daripada memaksakan diri. Keselamatan lebih utama daripada sekadar kecepatan,” pesannya.
Pemerintah provinsi menegaskan bahwa keselamatan di jalan menjadi prioritas, terutama pada masa mudik Lebaran.
Langkah penyiapan ambulans dan tim medis ke Majalengka juga diambil untuk mempercepat penanganan korban.
Kejadian ini menambah deretan kecelakaan fatal di jalur utama Jawa Barat pada awal tahun 2026.
Upaya bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kepolisian diharapkan dapat meminimalisir risiko serupa di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan