Media Kampung – 10 Maret 2026 | Setelah putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada awal Maret 2026 menegaskan pelanggaran Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam proses naturalisasi tujuh pemain, salah satu dari mereka, Gabriel Palmero, memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya, Spanyol. Keputusan ini menambah dinamika baru dalam krisis yang melanda Tim Nasional Malaysia pasca skorsing 12 bulan yang masih berlaku untuk para pemain naturalisasi.
Putusan CAS dan Dampaknya
CAS menolak sebagian banding yang diajukan FAM, menegaskan bahwa federasi tersebut melanggar regulasi FIFA dalam naturalisasi pemain. Akibatnya, sanksi disiplin FIFA tetap berlaku, meski dengan penyesuaian: hukuman larangan bermain hanya mencakup pertandingan resmi, sementara pemain masih dapat berlatih bersama klub masing‑masing.
Ketujuh pemain yang terlibat, yakni Imanol Machuca, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, tetap menghadapi skorsing 12 bulan untuk kompetisi resmi. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kelanjutan karier mereka di Timnas Malaysia.
Reaksi FAM dan Pihak Lain
CEO FAM, Rob Friend, mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah unggahan Facebook pada 9 Maret 2026, menyatakan, “Kami kecewa dengan keputusan keseluruhan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga, meskipun sanksi yang dijatuhkan telah dikurangi.” Sementara Sekjen AFC, Windsor Paul John, menambahkan bahwa bahkan setelah masa hukuman selesai, belum tentu para pemain tersebut dapat kembali memperkuat skuad Malaysia.
Selain sanksi individu, putusan CAS membuka kemungkinan sanksi tim, termasuk potensi kekalahan 0‑3 dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 jika terbukti menggunakan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Gabriel Palmero Pilih Pulang ke Spanyol
Di tengah ketidakpastian, Gabriel Palmero mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Malaysia dan kembali ke Spanyol. Dalam pernyataan singkat kepada media, Palmero menyebutkan bahwa “situasi yang tidak menentu dan larangan bermain di kompetisi resmi membuat saya sulit untuk melanjutkan karier di Malaysia. Saya memilih kembali ke tanah air demi kestabilan profesional dan pribadi.”
Keputusan Palmero tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga menambah beban bagi manajemen FAM yang kini harus mencari pengganti yang memenuhi regulasi FIFA untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Implikasi bagi Timnas Malaysia
- Skorsing pemain: Tujuh naturalisasi tetap dilarang bermain di laga resmi hingga akhir 2027, mengurangi opsi taktis pelatih.
- Risiko sanksi tim: Potensi penalti 0‑3 dalam dua pertandingan kualifikasi dapat menurunkan peluang Malaysia lolos ke Piala Asia 2027.
- Kepercayaan publik: Keputusan CAS dan kepulangan Palmero menimbulkan pertanyaan tentang integritas proses naturalisasi di masa depan.
Langkah Selanjutnya FAM
FAM berjanji akan meninjau kembali kebijakan naturalisasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Rob Friend menambahkan, “Kami akan bekerja sama dengan AFC dan FIFA untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran serupa, serta memperkuat basis pemain lokal demi keberlanjutan tim nasional.”
Di sisi lain, para pemain yang masih berada di Malaysia, termasuk Machuca dan Garces, melanjutkan latihan bersama klub mereka, berharap dapat kembali berkontribusi pada Timnas setelah masa skorsing berakhir.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi federasi sepak bola di Asia Tenggara, menggarisbawahi pentingnya prosedur naturalisasi yang transparan dan patuh regulasi. Sementara itu, para penggemar sepak bola Malaysia kini menantikan bagaimana tim nasional akan menavigasi tantangan kompetitif tanpa bantuan pemain naturalisasi yang kini berada di luar jangkauan kompetisi resmi.









Tinggalkan Balasan