Serangan rudal Iran ke Israel terlihat melesat di langit di atas wilayah Tepi Barat pada Kamis (5/03/2026). Aksi tersebut merupakan bagian dari serangan balasan Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat yang sebelumnya melancarkan operasi militer terhadap Teheran.

Serangan tersebut menandai meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan semakin memanas setelah operasi militer besar-besaran yang diluncurkan kedua negara itu terhadap Iran.

Operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat disebut telah dimulai sejak Jumat (28/02/2026). Sejumlah fasilitas militer serta infrastruktur strategis milik Iran menjadi target dalam serangan tersebut.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa rangkaian serangan itu menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Lebih dari 900 orang dilaporkan tewas, termasuk sejumlah pejabat tinggi militer Iran.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran kemudian meluncurkan serangkaian serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Target utama dari operasi balasan ini mencakup wilayah Israel serta beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi berbagai aset militer milik Amerika Serikat.

Serangan balasan tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, mengingat keterlibatan langsung beberapa negara besar dalam eskalasi yang terus meningkat.