Media Kampung – Indonesia sedang menjajaki pengembangan jaringan transportasi udara berbasis seaplane untuk menghubungkan destinasi wisata pesisir dan kepulauan yang selama ini sulit dijangkau. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah menjalin kolaborasi dengan Santai Seaplane, bagian dari Seaplane Asia, untuk mengembangkan konektivitas udara menuju sejumlah destinasi tersebut.

Kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara pihak Santai Seaplane dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, serta Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, pada 20 Oktober 2026. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang potensinya belum tergarap maksimal karena keterbatasan akses transportasi. Jalur darat tidak selalu tersedia, dan penerbangan konvensional memerlukan landasan pacu yang tidak dimiliki semua pulau, sehingga seaplane dianggap sebagai solusi alternatif.

Bali Jadi Titik Awal, Mentawai Juga Masuk Radar

Operasi awal Santai Seaplane direncanakan dimulai dari Bali pada tahun 2026. Dari sana, perusahaan ini akan menjajaki sejumlah titik pendaratan di perairan, antara lain Benoa (Bali), Pantai Sira dan Mandalika (Lombok), Labuan Bajo, Kepulauan Kangean, Maluku Utara, hingga Danau Toba. Sebelum beroperasi penuh, Santai Seaplane juga akan merencanakan penerbangan demonstrasi untuk memperkenalkan kemampuan pesawat amfibi kepada mitra destinasi dan pelaku industri pariwisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa kehadiran moda transportasi ini dapat membuka peluang baru bagi destinasi yang selama ini sulit dijangkau. “Geografi kepulauan Indonesia yang luas membutuhkan solusi transportasi yang inovatif dan fleksibel. Kemitraan ini memungkinkan destinasi pesisir terpencil terhubung secara lebih efisien dengan pusat-pusat transportasi utama, membuka peluang baru bagi pariwisata bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat kepulauan,” ujarnya.

Selain rute-rute yang sudah dijajaki, Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan rute menuju Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Pengembangan aksesibilitas ke kawasan tersebut dinilai penting, terutama menjelang konferensi kuliner yang direncanakan berlangsung di sana tahun depan. Armada Santai Seaplane juga akan membawa branding resmi Wonderful Indonesia di badan pesawat.