Media Kampung – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendorong pemerintah untuk memulihkan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menanam pohon keras serta tanaman produktif, seperti pohon buah-buahan. Upaya ini dianggap penting untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan sekaligus menyediakan sumber makanan bagi satwa.
Menurut Daniel, lahan bekas karhutla tidak seharusnya dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit. “Kami mendorong agar semua hutan yang terbakar ditanami pohon keras dan pohon produktif, supaya satwa kembali menghuni hutan dan punya sumber makanan,” ujar Daniel kepada wartawan.
Pentingnya Pemulihan Lahan
Daniel menjelaskan bahwa pemulihan lahan pascakebakaran perlu menjadi perhatian pemerintah. Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga merusak ekosistem. Untuk mendukung pemulihan hutan yang rusak akibat karhutla, Komisi IV DPR akan mendorong agar anggaran Kementerian Kehutanan tahun depan lebih memprioritaskan program rehabilitasi hutan.
“Anggaran bisa direvisi demi mengembalikan hutan yang sudah rusak,” tegasnya.
Langkah Pemerintah Daerah
Daniel juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang mencabut tanaman sawit dan menggantinya dengan pohon keras. Ia meminta pemerintah daerah untuk memantau lahan-lahan yang sebelumnya terbakar agar tidak ada penanaman kembali kelapa sawit di kawasan tersebut.
Tindak Lanjut
Apabila ditemukan tanaman sawit di lahan bekas karhutla, Daniel menekankan pentingnya pencabutan tanaman tersebut dan penegakan sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab. “Kalau ditemukan sawit di lahan bekas kebakaran, cabut dan ganti dengan pohon keras. Pelaku yang terlibat harus diberi sanksi,” tambahnya.












