Media Kampung – Puluhan santri dari berbagai pondok pesantren di Banyuwangi telah melaksanakan Program Santri Mengajar, di mana mereka berbagi ilmu di sekolah-sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMP. Program ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membuka wawasan pelajar mengenai kehidupan di pondok pesantren. “Program ini harapannya bisa membuka wawasan pelajar tentang dunia pesantren, yang tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial,” ujarnya pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Manfaat Program Santri Mengajar
Santri Mengajar juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis pesantren. Kegiatan ini memberi edukasi mengenai peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai yang dibagikan meliputi pendidikan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Selain itu, para santri memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan pelajar. Sedikitnya 70 santri dari berbagai pondok pesantren berpartisipasi dalam program ini, disebar ke 26 sekolah di Banyuwangi.
Testimoni Santri dan Rangkaian Kegiatan
Syifa, salah satu santri peserta Program Santri Mengajar, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan para pelajar. “Ini menambah pengalaman kita, agar semakin percaya diri dan berani tampil di depan audien,” kata Syifa, yang berasal dari Pondok Pesantren Adz-dzikra Banyuwangi.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Banyuwangi, Khoirul Anam, menyatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi diwarnai dengan berbagai rangkaian kegiatan sejak 15 Oktober lalu. Selain Program Santri Mengajar, ada juga Cek Kesehatan Gratis untuk ribuan santri, Festival Anak Sholeh, Rembug Santri, Masjid Affiliate, serta Santri Entrepreneur. Semua kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran santri di tengah masyarakat.
“Melalui berbagai agenda yang digelar, santri diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga hadir sebagai penggerak pendidikan, dakwah, serta pembangunan daerah dan bangsa,” tambah Khoirul.












