Media Kampung – Sebanyak 68 pejabat Eselon II di lingkungan Pemkab Banyuwangi, mulai dari Camat hingga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dilantik pada Senin, 19 Oktober 2026. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di area Pasar Banyuwangi.
Bupati Ipuk menyampaikan bahwa rotasi jabatan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Ia mengingatkan para pejabat baru agar dapat menjalankan tugas mereka secara efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Jangan terpaku pada formalitas, tapi harus bisa menggerakkan tim, menyelesaikan masalah, dan melahirkan inovasi. Gunakan kewenangan secara tepat, sederhanakan proses yang berbelit, dan pastikan setiap inovasi memberikan perbaikan yang nyata bagi masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Ipuk.
Dua Kepala OPD yang dilantik adalah Choiril Ustadi, yang menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Amir Hidayat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Amir sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan.
Selain itu, delapan Camat juga dilantik, di antaranya Ika Herdiana Friaresta sebagai Camat Gambiran, Ainur Rofik menjadi Camat Muncar, Budi Wahono sebagai Camat Kabat, dan Titik Handayani sebagai Camat Cluring. Sebanyak 13 orang juga dilantik sebagai Sekretaris Camat.
Ipuk menekankan pentingnya kolaborasi antar unit kerja di wilayah Kecamatan. Ia menyatakan bahwa semua unit kerja, seperti Puskesmas, UPTD DPU CKPP, UPTD Pengairan, BPP Pertanian, Satkorwildik, hingga SMPN dan SDN, harus berada di bawah koordinasi Camat. “Tidak ada lagi yang boleh bekerja sendiri-sendiri atau berjalan dalam tempurung ego sektoral. Camat harus melakukan evaluasi rutin lintas komponen ini minimal satu bulan sekali, baik secara offline maupun online,” tegasnya.
Kepada Camat Muncar, Ipuk secara khusus meminta agar memberikan perhatian lebih kepada permasalahan sampah, terutama di kawasan muara dan Sungai Kalimati. Penanganan masalah ini harus dilakukan secara menyeluruh. “Saya minta pembersihan sampah jangan reaktif saat menumpuk saja. Lakukan pengawasan rutin dan tindakan tegas di titik-titik rawan pembuangan sampah liar. Buktikan Muncar bisa berubah menjadi kawasan pesisir yang bersih, tertata, dan produktif,” katanya.












