Media Kampung – Gelombang protes akibat tingginya biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan di sejumlah kota pada Sabtu. Supermarket, toko pakaian, gerai barang mewah, hingga Apple Store menjadi sasaran massa di tengah meningkatnya kemarahan terhadap mahalnya kebutuhan pokok dan bahan bakar.

Demonstrasi melibatkan mahasiswa, aktivis rompi kuning, dan pekerja. Mahasiswa telah menggelar aksi selama sebulan di lebih dari 40 kota untuk memprotes minimnya pendanaan pendidikan. Akhir pekan ini, mereka bergabung dengan kelompok masyarakat yang menuntut perbaikan kondisi ekonomi.

Jumlah Peserta Demonstrasi

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuntildeez menyebut sekitar 110.000 orang berdemonstrasi di Paris dan 550.000 orang di seluruh negeri pada Sabtu. Namun, serikat pekerja Confeacutedeacuteration Geacuteneacuterale du Travail (CGT) memperkirakan jumlah peserta secara nasional mendekati 800.000 orang.

Kerusuhan di Paris

Situasi yang semula berlangsung damai kemudian memanas. Di Paris, terutama kawasan Place de la Reacutepublique, massa merusak etalase toko dan membawa kabur berbagai barang dagangan. Sejumlah gerai yang menjadi sasaran antara lain toko telekomunikasi SFR, supermarket Franprix, Monoprix, Picard, dan Carrefour City, serta toko produk kecantikan dan barang mewah. Sebagian penjarah bahkan mengambil botol minuman beralkohol dan kaleng minuman untuk dilemparkan ke arah polisi. Monumen di Place de la Reacutepublique turut menjadi sasaran vandalisme.

Kerusuhan Menyebar ke Kota Lain

Aksi perusakan tidak hanya terjadi di ibu kota. Di Marseille, kota terbesar kedua di Prancis, puluhan toko mengalami kerusakan. Massa dilaporkan menyasar gerai Hermegraves serta toko perhiasan, pakaian, kosmetik, peralatan rumah tangga, dan toko roti. Petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan api yang muncul di sebuah toko sepatu. Sementara itu, di Lille, Prancis utara, sejumlah toko dirusak dan Apple Store di pusat kota menjadi sasaran penjarahan. Wali Kota Lille, Arnaud Deslandes, membenarkan adanya aksi tersebut. Penjarahan juga dilaporkan terjadi di Nice, Prancis selatan, termasuk di toko pakaian olahraga dan dealer sepeda motor.

Penyebab Kerusuhan

Kerusuhan tersebut berlangsung ketika daya beli masyarakat Prancis terus tertekan sejak 2024. Kenaikan harga bahan bakar setelah pecahnya perang Amerika Serikat–Iran pada tahun ini turut memperburuk tekanan ekonomi yang dirasakan warga. Ketegangan juga meningkat menyusul tuduhan penggunaan kekerasan oleh polisi terhadap demonstran pelajar sekolah menengah dalam beberapa pekan terakhir.