Media Kampung – Iwan Tirta, desainer batik terkenal, memperkenalkan koleksi terbarunya yang bertajuk ‘SMERTI’ dalam sebuah fashion show yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Acara ini merupakan yang pertama kali diadakan di GKJ dan menandai kontribusi Iwan Tirta dalam menghidupkan budaya batik di ruang seni yang bersejarah.
Sejarah Gedung Kesenian Jakarta
Gedung Kesenian Jakarta, yang sebelumnya dikenal sebagai Theater Schouwburg Weltevreden, memiliki sejarah panjang sebagai tempat hiburan bagi pejabat kolonial Belanda sejak didirikan pada 7 Desember 1821. Sejak dipugar menjadi pusat seni pada tahun 1984, gedung ini telah menjadi simbol budaya yang kaya di Jakarta.
Desain dan Konsep Koleksi ‘SMERTI’
Koleksi ‘SMERTI’ dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik GKJ. Shadtoto Prasetio, Art Director dari Shadtoto Studio, menjelaskan bahwa mereka berusaha menciptakan presentasi yang tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga merespons ruang dengan gerak, pencahayaan, dan musik. Hal ini menjadikan pengalaman fashion show lebih menyeluruh dan menyentuh aspek emosional para penonton.
Ragam Busana dalam Koleksi ‘SMERTI’
Koleksi ini terdiri dari 50 tampilan busana pria dan wanita yang kontemporer, termasuk gaun, blus, dan outer. Bahan yang digunakan mencakup katun 100% dan TENCEL, serta tambahan item styling berbahan sutra dan denim. Perpaduan ini menghadirkan interpretasi modern atas batik dengan siluet dan tekstur yang menarik.
Widiyana Sudirman, CEO Iwan Tirta, menyatakan bahwa ‘SMERTI’ lahir dari pandangan bahwa memori adalah sesuatu yang hidup. Karya Iwan Tirta memberikan dasar bagi eksplorasi batik dalam konteks modern, bukan hanya mengulang masa lalu tetapi meneruskannya dalam bentuk baru.
Detail Menarik dari Koleksi
Salah satu busana yang menonjol adalah blouse hijau dengan desain turtleneck yang menampilkan motif flora dan fauna dalam potongan oversized. Selain itu, terdapat juga outer batik unisex berwarna abu-abu dengan motif siluet gajah yang menyatu dengan elemen alam.
Musik sebagai Bagian dari Narasi
Acara fashion show ini juga dimeriahkan oleh iringan musik dari Efek Rumah Kaca, yang tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang tetapi juga menjadi bagian penting dari narasi keseluruhan pertunjukan.













