Media Kampung – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali berhasil menambahkan gelar prestis berkat kontribusi dan dukungan terhadap industri otomotif nasional. Pabrikan dianugerahi Primaniyarta Awards 2026 dalam kategori Eksportir Pemanfaat FTA (Free Trade Agreement).
Penghargaan tersebut merupakan hasil dari upaya TMMIN dalam memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan negara mitra dagang. Sejak melakukan ekspor perdananya pada tahun 1987, Toyota Indonesia telah mengirimkan lebih dari 3 juta unit kendaraan ke berbagai negara di seluruh dunia.
Kerja sama yang telah dilakukan meliputi Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), skema User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), dan Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso saat rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, dengan tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”.
Keberhasilan tersebut tercapai berkat dukungan ekosistem industri otomotif nasional yang merupakan bagian penting dari kegiatan manufaktur TMMIN, serta keterlibatan sekitar 360.000 tenaga kerja dan 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3.
Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan Kementerian Perdagangan atas gelar tersebut yang mempertegas kontribusi Toyota untuk Indonesia. “Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” katanya.
Kinerja ekspor Toyota Indonesia saat ini secara kumulatif telah menyentuh angka 3.375.490 unit kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU) sejak aktivitas pengiriman ke luar negeri pertamanya pada tahun 1987. Saat ini, ada lebih dari 100 negara yang menerima mobil-mobil Toyota buatan Indonesia, termasuk kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Selain itu, Toyota Indonesia juga melakukan ekspor dalam bentuk lain, seperti kendaraan dalam bentuk terurai (Completely Knocked-Down/CKD), komponen kendaraan, mesin utuh, dan komponen mesin untuk mendukung kebutuhan produksi di berbagai negara. Kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota terus berlanjut pada tahun 2026, dengan ekspor CBU mencapai 223.696 unit hingga kuartal ke-3, berkontribusi sebesar 60,3 persen terhadap total ekspor CBU nasional yang mencapai 371.260 unit, tumbuh sebesar 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.













