Media Kampung – Kapitalisasi pasar Indeks MSCI Indonesia telah mengalami penurunan signifikan sebesar 55 persen sejak awal tahun 2026, tercatat hanya USD 53,36 miliar pada 30 September 2026. Pada akhir Desember 2025, kapitalisasi indeks masih berada di angka USD 119,14 miliar.
Menurut dokumen konsultasi klasifikasi pasar yang diterbitkan oleh MSCI pada 15 Oktober 2026, jumlah saham konstituen dalam MSCI Indonesia Index juga berkurang dari 18 saham menjadi 9 saham selama periode yang sama. Bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index menyusut dari 1,16 persen pada akhir Desember 2025 menjadi 0,43 persen pada akhir September 2026.
MSCI mencatat adanya kekhawatiran dari pelaku pasar terkait transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan adanya perdagangan terkoordinasi, serta kurangnya penegakan aturan yang dinilai belum memadai dan konsisten di pasar saham Indonesia. Meskipun otoritas Indonesia telah mengumumkan sejumlah reformasi, MSCI berpendapat bahwa kemajuan penerapannya belum terlihat secara konsisten di seluruh pasar saham.
Reformasi yang dimaksud meliputi peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, pelaporan konsentrasi kepemilikan saham tinggi (High Shareholding Concentration), serta peta jalan yang menetapkan persyaratan minimum free float sebesar 15 persen.
Sebagai respons terhadap situasi ini, MSCI telah membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi indeks saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Konsultasi ini berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan final yang dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Selama masa konsultasi, MSCI juga akan mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.














