Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada rentang 6.016 hingga 6.133 pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Sebelumnya, pada Kamis, 15 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 79,24 poin atau 1,34 persen ke posisi 5.863,78.
“Secara teknikal, ruang penurunan IHSG diperkirakan terbatas karena telah mencapai salah satu bagian dari wave (X). Dengan demikian, momentum penguatan diperkirakan mulai terbentuk. Berdasarkan indikator teknikal, sinyal Stochastic KD dan RSI masih negatif, namun volume perdagangan meningkat,” ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam risetnya.
Dari sisi makroekonomi global, Nafan menjelaskan bahwa laporan Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menunjukkan lonjakan inflasi yang persisten, ditopang oleh data penjualan ritel yang kuat serta stabilnya pasar tenaga kerja. “Kondisi fundamental yang solid ini memicu spekulasi bahwa The Fed akan kembali memperketat kebijakan moneter atau menaikkan suku bunga,” tambahnya.
Di tingkat domestik, dinamika pasar diwarnai oleh aksi rotasi sektor oleh investor lokal menuju saham-saham defensif dan komoditas pendukung. Sektor konsumer, perbankan berkapitalisasi besar (big-cap), serta emiten energi dan pertambangan mendapatkan katalis positif dari tingginya harga komoditas global. Selain itu, terdapat potensi penahan koreksi melalui langkah reformasi pasar modal yang terkoordinasi antara Danantara, Kementerian Keuangan, OJK, BEI, dan Bank Indonesia, serta peluang dukungan investasi Danantara di pasar modal.
“Bagi IHSG, komunikasi kebijakan yang lebih terkoordinasi berpotensi mengurangi ketidakpastian mengenai arah reformasi dan memperkuat persepsi investor terhadap tata kelola pasar modal,” lanjutnya.
Pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain ANTM, BRMS, dan CMRY. Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi. Indeks berpotensi mengalami koreksi terlebih dahulu ke rentang 5.744 hingga 5.794, sebelum berpeluang menguat menguji level 5.864 hingga 5.883. “Waspadai potensi koreksi ke rentang 5.744-5.794. Namun dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang menguat lebih dahulu menguji area 5.864-5.883,” tulis MNC Sekuritas.
– Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Informasi ini bertujuan memberikan gambaran pasar dan bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual aset investasi tertentu.














