Media Kampung – Pada September 2026, pasar otomotif Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam penjualan beberapa merek mobil. Penyerapan unit dari dealer ke konsumen menunjukkan koreksi yang cukup besar, terutama bagi beberapa agen pemegang merek (APM) baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru masuk pasar.
Mitsubishi Motors mencatatkan penurunan volume penjualan ritel terbesar secara bulanan, dengan penjualan menyusut dari 5.561 unit pada Agustus menjadi 4.515 unit, berkurang sebanyak 1.046 unit.
Merek kendaraan listrik Aion menempati posisi kedua dalam daftar penurunan, dengan penjualan ritel yang tergerus dari 1.001 unit menjadi 404 unit, mengalami penurunan sebanyak 597 unit. Sementara itu, Suzuki mengalami penurunan sebanyak 493 unit, dari 6.118 unit menjadi 5.625 unit.
Sektor kendaraan niaga juga mengalami tekanan yang cukup signifikan, dipimpin oleh Mitsubishi Fuso yang menyusut 469 unit, dari 4.637 unit menjadi 4.168 unit. Hino juga mencatatkan penurunan penjualan ritel kendaraan komersial sebanyak 434 unit, turun dari 3.258 unit menjadi 2.824 unit.
Merek Tiongkok, Chery, berada di urutan keenam dengan penurunan penjualan sebesar 302 unit, dari 768 unit menjadi 466 unit. Pemimpin pasar nasional, Toyota, tidak luput dari dampak ini dengan penurunan sebesar 290 unit, dari 21.938 unit menjadi 21.648 unit.
Denza, lini kendaraan listrik premium, mencatatkan penurunan sebesar 289 unit, dari 519 unit menjadi 230 unit. Geely mengalami penurunan penjualan ritel sebesar 135 unit, tergerus dari 2.158 unit menjadi 2.023 unit. Terakhir, Hyundai menutup daftar sepuluh besar dengan penurunan transaksi konsumen sebesar 125 unit, dari 1.756 unit menjadi 1.631 unit.
Dinamika ini mencerminkan fluktuasi penyerapan pasar otomotif nasional menjelang kuartal terakhir tahun 2026, menunjukkan tantangan bagi berbagai merek dalam mempertahankan pangsa pasar mereka.














