Media Kampung, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi menggelar cek kesehatan gratis (CKG) bagi santri. CKG ini akan menyasar 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren di Banyuwangi. Layanan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober.

Selain Cek Kesehatan Gratis, Hari Santri juga akan diisi sejumlah kegiatan lainnya. Di antaranya Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober, Santri Mengajar pada 19 Oktober, Rembuk Santri pada 20 Oktober, Pelatihan Masjid Affiliate pada 21 Oktober, Santri Enterpreneur pada 22 Oktober, dan puncaknya Upacara Hari Santri pada 22 Oktober.

CKG digelar di Pondok Pesantren Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek hemogoblin untuk mendeteksi anemia, pemeriksaan mata, cek gigi dan mulut. Selain itu, juga dilakukan konsultasi kesehatan untuk mendiagnosa penyakit menular dan pengecekan penyakit tidak menular seperti diabetes, kolesterol, dan lainnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa layanan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin kesehatan warganya termasuk kesehatan warga pesantren. “Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul,” kata Ipuk saat meninjau pelaksanaan CKG.

Ipuk menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga untuk memberikan edukasi agar seluruh warga pesantren terbiasa hidup sehat. Selain melakukan pemeriksaan individu, tim medis juga memberikan edukasi kesehatan tentang pola hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi serta pengecekan sanitasi lingkungan pesantren.

Pada pelaksanaan CKG ini, para santri maupun warga pesantren lainnya yang terindikasi mengalami masalah kesehatan langsung ditangani oleh tim medis. Mereka juga akan terus dipantau kesehatannya oleh puskesmas terdekat. “Melalui program cek kesehatan gratis diharapkan seluruh santri, ustad-ustadzah, dan pengurus pondok pesantren dapat terjaga kesehatannya secara berkelanjutan. Sehingga pesantren menjadi pusat pendidikan yang produktif, sehat, dan berdaya saing,” harapnya.

Ipuk menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. “Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembentukan akhlak, disiplin, dan kemandirian. Terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh pengasuh dan pengurus pesantren atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.

Wilayah terkait: Kabupaten Banyuwangi