Media Kampung, Probolinggo – Korban tewas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertambah menjadi empat orang. Peristiwa tersebut terjadi di Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Salah satu korban yang dinyatakan meninggal dunia adalah Hendra, seorang petugas dari Balai Besar TNBTS. Menurut keterangan Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Hendra meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar. “Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak enam orang terjebak dalam kebakaran tersebut saat proses pemadaman. Kebakaran diketahui pertama kali sekitar pukul 09.00 WIB, yang kemudian mengakibatkan beberapa relawan dan petugas TNBTS berangkat ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, pada pukul 13.30 WIB, informasi mengenai enam orang yang terjebak di tengah kobaran api diterima. “Mereka meminta pertolongan karena terjebak dan dikelilingi asap tebal,” katanya.

Identitas Korban

Berikut adalah identitas korban yang terlibat dalam kebakaran:

  • Korban meninggal: Hendra, Pak Sukaris (TNBTS), Wisnu (Artotel), Sefril (Artotel)
  • Korban luka: Munawi (MMP TLP), Suraji (Artotel)

Peristiwa kebakaran ini menyoroti pentingnya langkah preventif dalam menghadapi kebakaran hutan yang semakin meningkat di berbagai daerah, terutama di kawasan rawan kebakaran seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.