Media Kampung – Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kristomei Sianturi akan mengecek ulang data luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah resmi menggantikan Letjen TNI Suharyanto. Dalam laporan sebelumnya, Suharyanto menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa masih ada 639,23 hektare lahan yang terbakar dan dalam proses penanganan di enam provinsi prioritas.
Kristomei mengatakan, dia akan melakukan konsolidasi total terhadap data yang ada, termasuk membandingkannya dengan pemantauan satelit. “Saya sudah bilang, saya akan melakukan konsolidasi total. Saya akan mengecek terlebih dahulu data dan fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit,” kata Kristomei usai dilantik.
Kristomei juga menyebut bahwa data dari Sistem Pemantauan Karhutla atau SiPongi hingga pemantauan NASA akan menjadi bahan evaluasi. “Berapa sebenarnya luas wilayah yang terbakar Itu bisa dihitung. Dampaknya seperti apa juga akan kita lihat, lalu akan diumumkan,” ujarnya.
Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla maupun bencana lainnya. “Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu yang pertama,” kata Kristomei. Dia menambahkan, “Apa pun kebakaran dan bencananya, hal utama yang harus kita kerjakan adalah memastikan tidak ada korban. Itu nomor satu.”
Saat ditanya mengenai kemungkinan penetapan karhutla sebagai bencana nasional, Kristomei menegaskan bahwa status bencana masih akan dilihat berdasarkan kondisi yang ada. “Nanti kita lihat penentuan tingkat status bencana, apakah nasional atau daerah,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa status bencana tidak boleh mengabaikan kecepatan respons di lapangan. “Jangan sampai statusnya besar, tetapi responsnya tidak ada. Itu yang harus kita kerjakan terlebih dahulu,” kata Kristomei.
Suharyanto sebelumnya menyampaikan data 639,23 hektare tersebut dalam rapat terbatas penanganan karhutla bersama Prabowo pada 12 Oktober. Dari jumlah itu, kebakaran terbesar tercatat di Kalimantan Tengah, khususnya kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, seluas 513,89 hektare. Kristomei resmi dilantik Prabowo sebagai Kepala BNPB menggantikan Suharyanto pada Kamis sore berdasarkan Keppres Nomor 113P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNPB.













