Media Kampung, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Mayjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kristomei Sianturi menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.

Sebelum dipercaya memimpin BNPB, Kristomei menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XXI Raden Inten. Karirnya di TNI Angkatan Darat telah mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari bidang operasi hingga penerangan.

Profil Mayjen TNI Kristomei Sianturi

Kristomei Sianturi lahir di Lampung pada 6 Mei 1976 dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1997 dari kecabangan Infanteri. Dia adalah alumni SMA Taruna Nusantara angkatan 1994. Karir militernya berkembang melalui berbagai penugasan di satuan dan lembaga pendidikan TNI.

Kristomei telah mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan militer untuk menunjang pengembangan kepemimpinannya, termasuk Sekolah Calon Perwira (Sesarcab) Infanteri, Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) I dan II, serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Saat mengikuti pendidikan Seskoad, dia meraih penghargaan sebagai penulis terbaik pada tahun 2012.

Karir dan Penugasan

Sebelum menjabat di BNPB, Kristomei menjabat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Kodam (Asops Kasdam) I Bukit Barisan pada 2020-2022. Pada tahun 2022, dia dipercaya menjadi Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Iskandar Muda dan kemudian menjabat sebagai Perwira Pembantu IV Operasi Dalam Negeri Staf Operasi TNI (Paban IV Opsdagri Sops TNI) hingga tahun 2023.

Nama Kristomei semakin dikenal ketika dia ditunjuk sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) pada tahun 2023, mengantikan Brigjen TNI Hamim Tohari. Penunjukan itu menandai kenaikan pangkatnya dari kolonel menjadi brigadir jenderal (brigjen) TNI.

Kariernya di TNI berlanjut ketika dia ditunjuk sebagai Wakil Gubernur Akademi Militer (Wagub Akmil) pada tahun 2024, dan kemudian sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) pada Maret 2025, disertai dengan kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal (mayjen) TNI.

Pangdam XXI Raden Inten

Setelah menjabat sebagai Kapuspen TNI, Kristomei kembali mendapat penugasan sebagai Pangdam XXI Raden Inten pada Agustus 2025. Penunjukannya sebagai Pangdam menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanannya di dunia militer.

Dengan latar belakang dan pengalaman di bidang operasi serta penerangan, Kristomei diharapkan dapat membawa kontribusi signifikan dalam penanggulangan bencana di Indonesia melalui peran barunya di BNPB.