Media Kampung, Tangerang Selatan – Sebanyak 40 personel gabungan dari Brimob, Polres Tangerang Selatan, dan Polsek Ciputat Timur dikerahkan untuk mengamankan lokasi ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis pagi (15/10). Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengungkapkan bahwa pengamanan dilakukan untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP) tetap steril dan melarang warga maupun pemilik ruko memasuki area terdampak karena kondisi bangunan yang masih labil.

“Pagi ini kami siapkan ada 40 personel dari Brimob, Polres dan dari Polsek untuk mengamankan situasi status quo,” ujar Bambang saat dikonfirmasi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri memasuki area yang telah disterilkan, termasuk untuk mengambil barang berharga dari dalam ruko. “Kami imbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang sudah disterilkan,” tambahnya.

Polisi berencana melakukan olah TKP lanjutan pada Kamis untuk mendukung penyelidikan. Sebelumnya, petugas telah mengevakuasi korban dan melakukan pemeriksaan awal pada malam kejadian.

Menurut Bambang, penanganan pada malam kejadian berfokus pada pengamanan lokasi, evakuasi korban, serta penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang belum ditemukan. “Yang pasti tadi malam itu kan ada evakuasi dan olah TKP juga. Yang pasti kami mengamankan situasi, yang pertama. Untuk tetap status quo. Yang kedua, kami menyelamatkan korban, masyarakat yang masih hidup,” tuturnya.

Salah seorang warga terdampak, Narno, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sesaat setelah waktu Magrib pada Rabu malam. Narno, yang memiliki usaha perabotan di sekitar lokasi, menyebutkan tiga kios mengalami kerusakan cukup parah akibat ledakan. Bangunan ruko di kawasan tersebut digunakan untuk berbagai jenis usaha, mulai dari usaha yang berkaitan dengan gas LPG hingga penjualan buah-buahan.

Meski demikian, Narno memastikan dirinya dan keluarganya selamat dalam peristiwa tersebut. Namun, ia mendengar informasi mengenai korban sejak malam kejadian. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, dua orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut. Polisi juga menyatakan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bom, melainkan petugas menemukan tabung etilen berkapasitas 52 kilogram di lokasi kejadian. Penyebab pasti dari ledakan masih dalam penyelidikan.