Media Kampung, Tangerang Selatan – Polisi memastikan bahwa ledakan yang terjadi di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (14/10) bukan berasal dari bom. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa penyebab pasti dari ledakan tersebut masih dalam penyelidikan.

“Ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatyo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal. Namun, pemeriksaan lanjutan terpaksa ditunda karena kondisi di lokasi yang belum memungkinkan. Lokasi kejadian ditutup untuk menghindari pencemaran TKP.

Olah TKP lanjutan direncanakan akan dilakukan pada Kamis (15/10) pagi. Sementara itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 11 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Beberapa korban yang terluka sedang mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit, yaitu RS Sari Asih, RS Fatmawati, dan RSUD Tangerang Selatan.

Susatyo menjelaskan bahwa lokasi ledakan merupakan gudang penyimpanan buah. Di area yang mengalami kerusakan paling parah, petugas menemukan banyak buah pisang dalam kondisi mentah serta tabung etilen berkapasitas 52 kilogram yang biasa digunakan untuk mematangkan buah.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian terdapat aktivitas pengepakan buah untuk didistribusikan ke pasar. Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab ledakan dan temuan tabung etilen serta tumpukan pisang masih menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengungkap kronologi dan faktor pemicu ledakan.

Akibat ledakan tersebut, sekitar empat blok ruko yang terdiri dari bangunan dua lantai mengalami kerusakan. Polisi masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan dan korban.

Susatyo juga menyebutkan bahwa sekitar lima saksi akan menjalani pemeriksaan di Polres Tangerang Selatan. Penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri, dan Polres Tangerang Selatan.

Perkembangan hasil penyelidikan, termasuk penyebab ledakan dan data terbaru korban, akan disampaikan setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan.