Media Kampung, Jakarta – Ibunda Manohara, Daisy Fajarina, belakangan menjadi perbincangan usai membuat aduan dan laporan polisi ke Bareskrim Mabes Polri pada 13 Oktober 2026 terkait dugaan tindakan premanisme dan perbuatan tidak menyenangkan yang diduga melibatkan seorang pria berinisial J pada Selasa (13/10/2026).

Kronologi kejadian ini bermula di sebuah restoran milik Daisy di kawasan Kemang, Jakarta, yang baru berjalan sekitar lima bulan. Insiden tersebut dipicu oleh urusan pengambilan pesanan air mineral pelanggan yang dipersulit oleh pihak manajemen dan petugas keamanan setempat.

Mirisnya, Daisy mengaku mengalami perlakuan arogan, didorong oleh petugas keamanan, hingga merasa seperti disandera karena pintu ditutup dan dituduh masuk tanpa izin saat hendak membawa keluar air pesanan. Oleh karena itu, kuasa hukum Daisy Fajarina, Erles Rareral, mendesak Bareskrim Mabes Polri mengusut tuntas dugaan aksi premanisme dan intimidasi yang dialami kliennya.

“Ya mungkin, nggak cuman kerugian yang kita bicarakan. Mungkin kita minta saja dari Mabes Polri untuk melacak itu badan security yang kita cantumkan di situ. Apakah preman dipakaikan baju security? Karena kalau security yang terdidik, bahasanya nggak seperti itu. Itu preman, preman banget. Penjaga di situ. Jadi dari bahasa dan sikap ya,” kata Erles Rareral.

Menurut Erles, tindakan dan bahasa yang digunakan oknum sekuriti tersebut dinilai tidak mencerminkan perilaku petugas keamanan profesional. Oleh karena itu, Erles secara khusus meminta kepolisian menelusuri legalitas badan usaha penyalur petugas keamanan yang bertugas di lokasi.

“Mabes Polri akan mengecek juga penyalur security itu, izin dari mereka. Itu kita akan minta ditindak,” sambungnya.

Bukan hanya persoalan pengambilan barang, Daisy dan pihak kuasa hukum juga menyoroti dugaan penguncian pagar serta pintu restoran yang disebut terjadi pada hari yang sama. Erles menilai situasi di lokasi saat itu dinilai tidak manusiawi karena Daisy dan sejumlah karyawan disebut mengalami kesulitan untuk keluar, bahkan ketika hendak menggunakan kamar mandi.

“Dan yang satu sama sekali tidak sopan. Di kala Bu Daisy dan adik-adik yang bekerja di resto tersebut minta izin untuk ke kamar mandi pun tidak diizinkan. Pagarnya digembok, pintu digembok. Mereka harus izin untuk keluar apa, pokoknya digembok gitu loh,” kata Erles.