Media Kampung – Usulan kewajiban fitur Anti-lock Braking System atau rem ABS pada seluruh sepeda motor baru mulai 2027 menimbulkan tantangan bagi industri manufaktur sepeda motor di Indonesia. Victor Assani, 2W and OBM Service Head PT Suzuki Indomobil Motor, menyebutkan bahwa ini merupakan kompromi antara keselamatan dan keterjangkauan harga.

Dia menjelaskan, “Kalau berbicara cost tentu yang namanya penambahan fitur atau upgrade komponen pasti akan berimbas ke situ termasuk multiplier setelah itu, tapi itu bukan variabel tunggal.” Menurut Victor, penerapan ABS secara menyeluruh perlu dilihat dari karakteristik kendaraan dan penggunaannya di Indonesia, termasuk kondisi jalan, peruntukan sepeda motor, serta perilaku dan kemampuan pengendara.

Victor juga menyampaikan bahwa setiap perubahan spesifikasi kendaraan harus mempertimbangkan bagaimana teknologi tersebut bekerja dalam kondisi penggunaan yang beragam. “ABS memang sebuah teknologi, namun kita juga harus bijak melihat pada beberapa variabel yang perlu diperhatikan misalnya berbicara kondisi jalan di Indonesia seperti apa, penggunaan sepeda motor untuk apa atau behavior termasuk skill dalam berkendara, ini justru yang menjadi fondasi,” ujarnya.

Selain itu, dari perspektif industri, penambahan komponen juga dapat berdampak pada struktur biaya kendaraan. Oleh karena itu, Victor menilai bahwa kebijakan mengenai kewajiban ABS perlu dikaji secara komprehensif agar memberikan manfaat keselamatan yang optimal tanpa mengabaikan kondisi industri dan pasar.

“Sehingga saya pikir ini masih memerlukan kajian komprehensif yang lebih lanjut. Dalam proses pengambilan keputusan tentu kita harus mengambil hasil yang paling optimal termasuk aksi yang lebih strategis,” kata Victor. Sementara itu, industri sepeda motor di Indonesia sebenarnya sudah tidak asing dengan penerapan teknologi ABS pada sejumlah produk, terutama pada model dengan kapasitas mesin 150 cc ke atas. Ini menunjukkan bahwa tantangan manufaktur bukan hanya pada kemampuan untuk memasang teknologi tersebut, tetapi juga pada penerapan secara menyeluruh yang memperhitungkan struktur produk, biaya, dan karakteristik pasar.