Media Kampung, Makassar – Seorang bos narkoba di Makassar, Sulawesi Selatan, melarikan diri ke atap rumah saat digerebek oleh polisi. Dalam penggerebekan yang terjadi pada Jumat (9/10), polisi menangkap 104 pelaku kejahatan narkoba di daerah yang dikenal sebagai kampung narkoba, Kampung Sapiria-Bortak.

Penggerebekan tersebut melibatkan ratusan personel bersenjata lengkap yang menyisir setiap rumah di pemukiman padat penduduk dan kumuh di Kota Makassar. Penangkapan yang melibatkan seorang pria berinisial P, yang merupakan salah satu bandar narkoba di wilayah tersebut, berlangsung dengan menegangkan dan dramatis.

Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara, P sempat melarikan diri saat hendak ditangkap. Ia melarikan diri ke atas atap rumah dan berpindah-pindah dari satu atap ke atap lainnya. “Pelaku sempat kabur, lari naik ke atap seng dan berpindah-pindah. Karena kebetulan, rumah di lokasi memang saling berdekatan,” kata Lulik saat dikonfirmasi.

P melarikan diri tanpa mengenakan pakaian dan berada di atas atap selama berjam-jam. Petugas yang mengejar pelaku berulang kali memintanya untuk turun dan menyerahkan diri, namun P bersikukuh untuk kabur dan bahkan mengancam akan bunuh diri. Berkat kesigapan kepolisian, P akhirnya mau menyerahkan diri dan dibawa ke Polrestabes Makassar.

“Lama di atas rumah itu. Dari sore sampai malam. Tapi anggota berhasil membujuknya dan dia turun sendirinya,” jelas Lulik.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk sekitar 5 gram sabu dan uang tunai sebesar Rp 50 juta. “Di badan saudara P itu ada narkotika jenis sabu kurang lebih 5 gram dan juga uang tunai sekitar Rp 50 juta untuk penjualan sabu hari ini di wilayah Bortak,” tambah Lulik.

P diduga berperan dalam mengendalikan peredaran narkoba di kawasan Bortak-Sapiria dan telah terdaftar dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan dua laporan polisi. Saat ini, P telah diamankan di Polrestabes Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lulik juga menyebutkan bahwa pihaknya akan mendalami keterlibatan P dalam jaringan internasional serta memburu aset-aset yang diduga berkaitan dengan narkoba.

Penggerebekan di Kampung Sapiria dan Borta ini bukanlah yang pertama kali. Hampir setiap tahun, kampung narkoba tersebut digerebek oleh petugas baik dari kepolisian maupun TNI, namun aktivitas peredaran narkoba masih terus berjalan.