Media Kampung, Jawa Tengah – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menanggapi kasus pengeroyokan yang terjadi di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan.
Dalam pernyataannya di SRT 1 Kota Semarang pada Sabtu malam (10/10), Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi terhadap kasus tersebut. “Ini sedang dimitigasi, mungkin ada kesalahpahaman atau hal-hal yang tidak terpantau oleh tenaga kependidikan. Ini menjadi bahan evaluasi untuk kami,” ujarnya.
Gus Ipul juga menjelaskan bahwa para pelaku pengeroyokan yang masih di bawah umur akan mendapatkan hukuman berupa pembinaan dan rehabilitasi. “Ini kan masih di bawah umur, ada prosedurnya. Tentu kita akan tangani dengan prosedur yang ada,” jelasnya.
Pihaknya telah membangun dialog dengan orang tua korban dan para terduga pelaku untuk memberikan pemahaman yang lebih baik. Ia juga mengingatkan tenaga pendidik untuk memastikan agar insiden serupa tidak terjadi lagi. “Kita sudah dialog dengan orang tuanya untuk memberikan pemahaman. Kita juga memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik agar tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Gus Ipul menambahkan bahwa siswa di Sekolah Rakyat sebagian besar berasal dari kelompok rentan. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yang pernah menjadi korban kekerasan, termasuk KDRT, dan tinggal di lingkungan yang tidak baik. “Jadi mereka semua ini masuk tanpa tes akademik, latar belakangnya macam-macam. Ada yang masih tidak bisa tidur di kasur, ada yang masih ngompol. Ini perlu empati dan pendekatan dengan hati,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap perundungan, kekerasan fisik, atau perilaku intoleransi di seluruh sekolah rakyat. “Jika ada bukti kekerasan dilakukan oleh tenaga pendidik, kita akan berhentikan. Tapi untuk anak-anak, kita akan rehabilitasi apalagi ini anak-anak di bawah umur, kita akan lakukan pendekatan psikososial agar mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan baik di sekolah rakyat,” tambahnya.
Sebelumnya, seorang siswa berusia 16 tahun, D, diduga dikeroyok oleh 14 temannya pada hari Selasa (29/9) setelah dituduh mencuri sabun cuci muka. Akibat kejadian itu, D mengalami sejumlah luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati.














