Media Kampung, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah pada rentang level 6.018-5.973 pada perdagangan Jumat, 09 Oktober 2026. Sebelumnya, pada Kamis, 08 Oktober 2026, IHSG ditutup merosot 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031,28.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG membentuk struktur bearish seiring upaya indeks menguji area support terdekat. Namun, indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal positif dengan dukungan kenaikan volume,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta.
Nafan menjelaskan, pelaku pasar global masih mencermati lonjakan harga minyak dunia serta meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi. Sentimen ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan spekulasi aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang memicu risiko pasokan serta jalur pelayaran minyak.
Harga minyak Brent sempat melonjak 3,87 persen menjadi USD 104,08 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,29 persen ke posisi USD 91,18 per barel. Selain geopolitik, gangguan pasokan akibat penutupan sementara fasilitas produksi di Teluk Meksiko pasca-ancaman badai Hurricane Isaias turut mengerek harga minyak.
“Bagi IHSG, dampaknya cenderung bearish to neutral, tetapi berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham sektor energi dan komoditas,” ujarnya.
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah ke posisi Rp 17.915 per dolar AS serta berlanjutnya aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp 828,65 miliar pada perdagangan Kamis, 08 Oktober 2026, turut membatasi masuknya likuiditas ke bursa domestik. Meski demikian, fondasi ekonomi Indonesia masih ditopang sejumlah sentimen positif.
Bank Dunia dalam East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026 menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 4,7 persen. Selain itu, FTSE Russell mempertahankan Indonesia dalam kelompok Secondary Emerging Market dan tidak memasukkannya ke daftar pantauan penurunan kelas (downgrade watchlist).
Cadangan devisa Indonesia per September 2026 juga masih kokoh di angka USD 146,3 miliar. “Secara fundamental makro, Indonesia memiliki bantalan yang baik. Koreksi IHSG saat ini lebih mencerminkan kondisi risk-off dan sentimen kepercayaan pasar ketimbang indikasi pemburukan ekonomi secara drastis,” jelas Nafan.
Saham-saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas untuk perdagangan Jumat, 09 Oktober 2026, meliputi ADMR, AMRT, dan MEDC. Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area gap pada kisaran 6.227-6.231, meski investor tetap perlu mewaspadai risiko koreksi jika indeks menembus level support.
“Skenario terbaik (best case), IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave c, sehingga masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di 6.227-6.231,” tulis MNC Sekuritas. Namun, investor diimbau mewaspadai potensi koreksi ke area 5.850-5.911 apabila indeks menembus (break) level 5.973. Untuk jangka pendek, pergerakan indeks berada di rentang koreksi 6.008-6.025. Adapun saham-saham pilihan MNC Sekuritas pada Jumat, 09 Oktober 2026, mencakup INKP, KLBF, RAJA, dan AADI.
– Disclaimer keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.













