Media Kampung, Gunungkidul – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Gunungkidul terus menjadi perhatian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak 191 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026. Dari total tersebut, 106 kejadian di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan.
Kasubag TU UPT Damkarmat Gunungkidul, Ngadiyono, mengungkapkan bahwa sebagian kebakaran lahan diduga dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar. “Kondisi lahan yang kering serta angin kencang membuat api mudah meluas dan sulit dikendalikan,” ujar Ngadiyono saat dikonfirmasi.
Untuk mencegah kebakaran lahan meluas, BPBD dan UPT Damkarmat Gunungkidul telah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial maupun kegiatan edukasi bagi siswa dan masyarakat. “UPT Damkar juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat kelurahan dan tahun 2026 ini telah dilakukan di enam kelurahan dan satu pembentukan Redkar yang dibiayai dari APBD,” tambahnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Gunungkidul, total luas lahan yang terdampak kebakaran sepanjang tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 124 hektare. Selain karhutla, BPBD juga mencatat 63 kejadian kebakaran yang terjadi di kandang dan tempat tinggal, serta 11 kejadian kebakaran yang melanda tempat usaha.
Jika dilihat berdasarkan lokasi, Kapanewon Playen dan Semanu menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak, masing-masing tercatat 26 kasus. Selanjutnya, Kapanewon Karangmojo mencatat 18 kasus kebakaran sepanjang tahun 2026.














