Media Kampung, Demak – Pemerintah Indonesia akan memulai groundbreaking proyek Giant Sea Wall (GSW) berbasis mangrove di Demak, Jawa Tengah, bulan ini. Hal ini diungkapkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah menghadiri The Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani dampak perubahan iklim dan melindungi daerah pesisir.
“Iya (bulan ini) satu titik, di Demak, Semarang. Tanggalnya belum bisa bilang pokoknya Oktober ini,” kata Nazib Faizal, dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), saat ditemui setelah forum tersebut.
AHY menjelaskan bahwa proyek GSW ini akan menggunakan konsep hibrida, yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur keras, tetapi juga solusi berbasis alam. “Sebetulnya ada pendekatan lain yang juga lebih tepat, dengan menggunakan sifatnya yang lebih alami, nature-based solution. Inilah yang akan kita groundbreaking terlebih dahulu di Timbul Seloko itu di Kabupaten Demak,” ungkapnya.
Dalam pernyataannya, AHY juga menyebutkan bahwa groundbreaking GSW akan dibagi menjadi dua tahap. Beberapa daerah yang menjadi fokus termasuk Teluk Jakarta, Semarang, Kendal, dan Demak, yang dianggap sebagai daerah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
“Ini masih terus dimatangkan, walaupun ada rencana yang dinamakan groundbreaking program. Baru setelah itu, berikutnya baru groundbreaking fisik. Nanti bisa di-update berikutnya oleh BOPPJ untuk timeline berikutnya,” tutup AHY.
Proyek ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir dan memperkuat ketahanan kawasan terhadap ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.














