Media Kampung, Desa Doho – Embung Doho yang terletak di Desa Doho, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, telah memberikan dampak signifikan tidak hanya dalam bidang pertanian tetapi juga dalam pengembangan wisata dan ekonomi lokal. Sejak dibangun pada tahun 2017, embung ini telah membantu petani mendapatkan pasokan air yang lebih stabil, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Kepala Desa Doho, Agus Suhartono, menjelaskan bahwa sebelum adanya embung, banyak petani hanya bisa menanam dua kali dalam setahun karena keterbatasan air. Namun, dengan meningkatnya ketersediaan air, saat ini, beberapa petani bahkan dapat menanam hingga tiga kali dalam setahun. “Produksi padi di desa ini meningkat pesat, dari yang awalnya hanya sekitar 15 karung, kini bisa mencapai 20 hingga 30 karung per musim,” ujarnya.
Saat ini, lebih dari 300 petani yang tergabung dalam tujuh gabungan kelompok tani (Gapoktan) memanfaatkan air dari Embung Doho untuk menggarap lahan pertanian seluas sekitar 100 hektare. Embung ini sendiri memiliki luas sekitar 1,5 hektare dengan kapasitas tampung air mencapai 15.872 meter kubik. Ketersediaan air yang lebih baik terutama terasa saat musim kemarau, di mana sebelumnya petani kesulitan untuk mengoptimalkan lahan mereka.
Agus juga menambahkan bahwa sebelum adanya embung, kurangnya pemanfaatan lahan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mengakses pangan yang terjangkau, bahkan pernah terjadi kasus stunting di desa tersebut. Selain mendukung pertanian, kawasan sekitar Embung Doho kini telah menjadi lokasi berbagai aktivitas masyarakat, seperti olahraga, senam, dan perkemahan, yang menarik orang dari dalam dan luar desa.
Dengan adanya kegiatan perkemahan ini, jumlah pedagang yang berjualan di sekitar embung dapat mencapai hampir 70 orang, dan omzet UMKM di sekitar embung saat ada perkemahan bisa mencapai antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta dalam tiga hari. Salah satu pedagang bakso yang telah berjualan di kawasan tersebut selama lima tahun menyatakan bahwa omzet saat berjualan di area embung dapat mencapai Rp 500.000 per hari, tergantung pada acara yang berlangsung.
Untuk mendukung aktivitas di kawasan ini, pemerintah desa juga mengembangkan berbagai fasilitas, seperti Taman Kuliner Doho yang baru saja diresmikan, yang diharapkan dapat lebih meningkatkan daya tarik dan manfaat ekonomi dari Embung Doho bagi masyarakat sekitar.














