Media Kampung, Pekanbaru – Kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Pada Rabu pagi, sejumlah pesawat mengalami kesulitan untuk mendarat akibat jarak pandang yang sangat terbatas.

Executive General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, menjelaskan bahwa salah satu pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 292 dari Jakarta menuju Pekanbaru terpaksa melakukan return to base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. “JT 292 rute CGK-PKU mengalami RTB ke Bandara Soekarno-Hatta karena kondisi cuaca di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, khususnya jarak pandang yang berada pada angka 600 meter,” kata Achmad.

Selain itu, pesawat Citilink dari Jakarta yang juga menuju Pekanbaru batal mendarat. Pesawat tersebut tidak melakukan RTB, tetapi mengalihkan penerbangannya ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Menurut pantauan Flightradar24, Citilink sempat berputar-putar di wilayah udara Kota Pekanbaru sebelum akhirnya bergerak ke arah timur menuju Kota Batam.

Sementara itu, pesawat Pelita Air yang juga berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta berhasil mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setelah melakukan perubahan pola penerbangan dan lima kali berputar di udara. “Alhamdulillah Pelita Air berhasil mendarat,” ungkap Achmad.

Pihak bandara terus memantau kondisi operasional secara berkala untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas penerbangan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan. “Kami terus memantau kondisi operasional bandara dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan,” pungkasnya.