Media Kampung – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa meskipun menjabat rangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia hanya menerima satu gaji. Dalam pernyataannya, Bahlil menjelaskan bahwa Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi saat ini belum memiliki anggaran sendiri dan masih satu kesatuan dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM.

Bahlil, yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, juga mengakui bahwa ia belum memiliki jajaran deputi dan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Kemenko baru tersebut masih dalam pembahasan. “Saya baru dilantik hari Kamis menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM, dan strukturnya saja, Perpres-nya masih pembahasan,” ungkap Bahlil saat Investor Daily Summit 2026.

Menjelang akhir acara, Bahlil menegaskan bahwa gajinya tidak dua meski memiliki dua jabatan. Ia menyatakan bahwa anggaran tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk program prioritas lain. “Saya mengatakan bahwa dengan penambahan Menko baru ini bukan berarti kita harus melakukan pemborosan. Saya enggak mau, saya tipe saya bukan seperti itu. Jadi kami sudah menyampaikan bahwa Menko Hilirisasi ini karena menterinya satu, jadi kita memakai anggaran dari Kementerian ESDM. Sekalipun dua Keppres, gajinya satu saja,” tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan bahwa ia selalu menyisihkan gajinya maupun dana operasional untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk di antaranya teman-teman aktivis dan adik-adik yang berhak mendapatkan bantuan. “Dan memang secara kebetulan saya sejak menjadi menteri, insyaallah dari gaji saya maupun dari dana operasional saya selalu saya sisihkan semuanya untuk kepada saudara-saudara saya yang berhak untuk saya bantu. Ada yang teman-teman aktivis kan banyak ya adik-adik saya. Jadi itu saya kasih ke situ. Kemudian yang membutuhkan ya,” imbuh Bahlil.

Di sisi lain, Bahlil menyatakan bahwa saat ini masih dalam tahap konsolidasi terkait kementerian teknis di bawah naungan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. Yang sudah pasti adalah Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.