Media Kampung – Harga beberapa komoditas alam ditutup beragam pada Rabu (7/10). Harga batu bara terpantau menguat, sedangkan CPO hingga nikel terpantau melemah.
Sumber dari tradingeconomics melaporkan bahwa harga CPO ditutup pada MYR 4.560 per ton atau melemah 0,39 persen. Faktor yang mempengaruhi harga CPO mencakup ringgit yang lebih lemah dan minyak mentah yang lebih kuat di tengah risiko pasokan Timur Tengah. Hal ini telah meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Analis Dorab Mistry memperkirakan harga CPO akan bertahan antara MYR 4.500 hingga 5.000 hingga Desember, meskipun terdapat risiko pasokan El Nino tahun depan.
Sementara itu, harga batu bara menguat sebesar 1,47 persen menjadi USD 152,20 per ton, yang merupakan level tertinggi dalam hampir empat bulan. Ini terjadi di tengah ketatnya pasokan global dan meningkatnya permintaan. Indonesia, sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia, mengalami penurunan pengiriman sebesar 23 persen secara tahunan pada bulan Agustus, mencapai level terendah untuk bulan tersebut dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh pembatasan kuota produksi pemerintah, ketidakpastian kebijakan, dan gangguan pengiriman akibat El Nino yang kuat.
Di sisi lain, harga nikel terpantau melemah. Menurut London Metal Exchange (LME), harga nikel berada pada USD 15.682 per ton, turun 0,20 persen dibanding hari sebelumnya. Untuk timah, harga juga melemah ke angka USD 54.184 per ton atau turun 0,24 persen dibanding hari sebelumnya.














