Media Kampung – Empat WNI awak kapal MT Honour 25 tiba di Indonesia pada 07 Oktober 2026, setelah disandera perompak di Somalia selama sekitar 5 bulan 10 hari. Mereka mendarat di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan disambut keluarga dengan isak tangis. Dalam penyambutan tersebut, Menlu Arrmanatha Nasir dan Menko PMK Sugiono turut mendampingi.

Keempatnya adalah Kapten Azhari Samadikun (34) asal Sulawesi Selatan, Wahudinanto (48) asal Jawa Tengah, Adi Faizal (27) asal Sulawesi Selatan, dan Fiki Mutakin (25) asal Jawa Barat. Mereka dibebaskan pada 29 September 2026 melalui operasi pemerintah negara bagian Puntland, Somalia. Dalam insiden pembajakan MT Honour 25, lima awak kapal tewas, termasuk tiga warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar. Sejumlah awak lainnya juga dilaporkan luka-luka.

Setibanya di Soekarno-Hatta, Kapten Azhari tak kuasa menahan tangis dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga kru yang meninggal dalam insiden tersebut. Ia merasa gagal memenuhi janjinya untuk membawa seluruh kru pulang dengan selamat. Azhari juga berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang membantu proses pembebasan.

Fiki Mutakin, salah satu WNI yang sempat ditembak pembajak, mengalami kondisi yang sangat dramatis. Duta Besar RI untuk Kenya, Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji, mengungkapkan bahwa Fiki sempat diikat untuk dieksekusi. Namun, ia berpura-pura mati agar tidak kembali menjadi sasaran setelah tertembak di kaki.

“Dia katanya pura-pura mati. Pura-pura mati, enggak bergerak, diam aja,” tutur Witjaksono. Situasi tersebut membuat seorang pembajak yang dekat dengan para ABK ikut membantu Fiki.

Peristiwa ini merupakan pengingat tragis dari bahaya yang dihadapi awak kapal Indonesia di perairan yang rawan pembajakan. Kembalinya mereka ke tanah air disambut dengan haru dan syukur oleh keluarga dan kerabat.