Media Kampung, Banyuwangi – Penari dari enam daerah di Jawa Timur mengikuti latihan gabungan perdana Gandrung Sewu 2026 di Stadion Diponegoro Banyuwangi pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Latihan ini menjadi tahap penyatuan pola dan gerakan setelah sebelumnya para penari berlatih secara terpisah di wilayah masing-masing.
Enam daerah yang terlibat dalam latihan ini adalah Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan, Malang, dan Blitar. Kehadiran peserta dari luar Banyuwangi menunjukkan keterlibatan penari dari berbagai daerah dalam persiapan pertunjukan tari kolosal Gandrung Sewu tahun ini.
Ketua Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, menyatakan bahwa latihan gabungan perdana telah mencapai sekitar 75 persen. Menurutnya, para peserta cukup cepat beradaptasi dalam mempelajari pola dan gerakan tari, sehingga proses pengarahan berjalan relatif lancar. “Peserta Gandrung Sewu tahun ini sangat cepat adaptasi dan mempelajari pola dan gerak tari sehingga kami juga tidak terlalu kesulitan saat mengarahkan,” kata Suko.
Salah seorang penari asal MTsN 1 Kota Malang, Ardra Sachio Valerian Marenda, mengaku baru pertama kali mengikuti Gandrung Sewu. Ia terkesan melihat semangat para penari yang tetap mengikuti latihan hingga malam hari. “Saya sangat terkesima dengan para penari Gandrung. Meskipun berlatih sampai malam, namun masih sangat bersemangat. Ini yang membuat saya takjub dengan teman-teman penari di Banyuwangi,” ungkap Valerian.
Latihan gabungan perdana ini menjadi kesempatan bagi seluruh penari untuk menyelaraskan gerakan dan pola tari secara bersama-sama. Latihan lanjutan dijadwalkan kembali pada Sabtu, 10 Oktober 2026, untuk mematangkan persiapan sebelum pementasan.
Gandrung Sewu 2026 akan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Tahun ini, pementasan mengusung tema Kembang Dermo yang mengangkat unsur adat dan budaya Banyuwangi melalui pertunjukan tari kolosal. Rangkaian Gandrung Sewu 2026 akan dimulai pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan penampilan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk. Agenda akan berlanjut pada Jumat, 23 Oktober 2026, melalui Musik Jalanan dan Gandrung Terob.
Puncak kegiatan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, akan diisi dengan Jaranan Show, Meras Gandrung, atraksi drone, pesta kembang api, pementasan inti Gandrung Sewu, serta konser musik. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari agenda menuju pertunjukan utama Gandrung Sewu 2026.













