Media Kampung – Dalam eksperimen terbaru, tiga chatbot AI, yaitu Grok, Claude, dan ChatGPT, diuji kemampuannya untuk mengemudikan sebuah mobil Toyota Corolla. Hasil dari eksperimen ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi kendaraan otonom telah berkembang, AI generatif masih memiliki banyak tantangan dalam pengemudian.
Dalam pengujian yang dilakukan oleh DrivingBench, chatbot ini diminta untuk mengendalikan mobil dengan informasi yang diterima melalui kamera yang dipasang di kendaraan. Namun, masalah pertama yang dihadapi adalah meyakinkan chatbot untuk mau mengemudi. Beberapa model, seperti GPT-6 Astra, terkadang menolak untuk mengemudikan mobil dengan alasan keselamatan.
Setelah mencoba berbagai perintah, tim akhirnya menemukan cara untuk membuat chatbot mau mengemudi. Meskipun chatbot bersedia untuk melakukannya, hasil yang didapatkan masih jauh dari memuaskan. GPT-5.6 Sol, misalnya, hanya berhasil menempuh sekitar 6 persen dari total lintasan dalam tiga percobaan.
Hasil Percobaan
Dalam percobaan tersebut, GPT-5.6 Sol menunjukkan konsistensi yang paling tinggi, tetapi hasilnya tetap buruk. Grok hanya mencapai 22,6 meter, sedangkan Claude Fable 5.1 dan GPT-6 Astra menunjukkan performa yang lebih baik, dengan GPT-6 Astra menjadi satu-satunya model yang berhasil menyelesaikan seluruh lintasan.
Peningkatan Kemampuan AI
Meski hasilnya mengecewakan, tim DrivingBench mengamati bahwa AI mulai menunjukkan kemampuan untuk belajar dari percobaan sebelumnya. GPT-6 Astra dan Claude Fable 5.1 bahkan menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka dari satu percobaan ke percobaan berikutnya. Namun, eksperimen ini juga menunjukkan adanya kekurangan, terutama terkait keselamatan dan evaluasi.
Secara keseluruhan, meskipun ada kemajuan dalam teknologi kendaraan otonom, hasil dari eksperimen ini menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan AI dalam mengemudikan kendaraan secara aman dan efektif.














