Media Kampung – Tim tinju Indonesia mengalami hasil yang mengecewakan di Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, tidak berhasil membawa pulang medali. Lima petinju yang dikirim oleh Pengurus Besar Tinju Amatir Indonesia (Perbati) harus mengakhiri perjuangan mereka sebelum mencapai babak semifinal, dengan capaian terbaik hanya menembus perempat final.

Petinju-petinju tersebut adalah Nabila Maharani (54kg), Huswatun Hasanah (65kg), Jill Mandagie (55kg), Asri Udin (60kg), dan Maikhel Muskita (80kg). Maikhel Muskita menjadi salah satu petinju yang harus terhenti di perempat final setelah kalah dari petinju Korea Selatan, Minseong Kim, dengan keputusan juri yang cukup kontroversial.

Maikhel mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil tersebut dan bertekad untuk menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk menghadapi pertandingan mendatang. “Saya yakin menang di ronde ketiga, tetapi keputusan wasit menilai saya kalah,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang, menilai bahwa kualitas petinju Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan negara-negara yang memiliki tradisi tinju yang kuat. Namun, dia mengidentifikasi perlunya perbaikan dalam aspek persiapan jangka panjang, termasuk kebutuhan akan pelatih fisik khusus yang dapat menangani kondisi fisik para atlet selama pemusatan latihan.

Hengky juga menegaskan bahwa Perbati tidak ingin menjadikan hasil yang mengecewakan ini sebagai alasan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, kegagalan ini dianggap sebagai momentum untuk melakukan pembenahan agar bisa lolos ke Olimpiade dan bersiap menghadapi SEA Games mendatang di Malaysia.