Media Kampung – Batik telah dikenal sebagai kain khas Indonesia, namun kini perannya meluas sebagai medium ekspresi seni. Brand Iwan Tirta, yang dipimpin oleh Rindu Melati Pradnyasasmita, berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan warisan batik yang berharga. Mengembangkan koleksi dari 14.000 motif yang diwariskan oleh pendiri, Iwan Tirta, kini mereka memiliki hingga 45.000 motif.

Rindu menjelaskan bahwa perkembangan batik dari teknik tradisional ke bentuk modern seperti batik cap dan batik print sudah diprediksi oleh Iwan Tirta sendiri. Dalam tulisannya, Iwan Tirta menyebutkan bahwa batik print suatu saat akan berkembang luas. “Batik itu sebagai motif, sebagai teknik, dan sebagai karya itu sendiri,” ungkap Rindu.

Perkembangan batik kini juga menciptakan peluang untuk mengaplikasikan motif batik di berbagai produk, termasuk perak dan dekorasi interior. Menurut Rindu, hal ini adalah cara untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang batik, bukan hanya sebagai kain tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun, Rindu juga mengingatkan pentingnya memahami nilai dan makna di balik setiap motif, terutama yang dianggap sakral. Ia berharap generasi muda tidak merasa tertekan atau takut untuk mengenakan batik dan dapat mengekspresikan diri dengan cara yang sesuai dengan gaya mereka masing-masing. “Batik adalah ekspresi diri,” tutupnya.