Media Kampung, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai uji coba program “Namu Balai Kota” pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Program ini bertujuan untuk membuka kompleks Balai Kota bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk tur ruang kerja gubernur dan aktivitas komunitas serta layanan publik.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyatakan bahwa uji coba “Namu Balai Kota” berlangsung pada akhir pekan ini. Setelah tahap uji coba, program tersebut akan dibuka secara rutin setiap Sabtu. “Hari Sabtu dan Minggu ini adalah uji coba terbuka untuk dikunjungi kepada seluruh masyarakat. Ini adalah kali pertama, jadi Adik-adik semuanya nanti menjadi tamu yang pertama di Balai Kota,” ujarnya.
Masyarakat akan memiliki kesempatan untuk melihat langsung area-area tertentu di Balai Kota, termasuk ruang kerja gubernur dan fasilitas pemerintahan yang sebelumnya tidak terbuka untuk umum. Program ini terbuka untuk pengunjung, tetapi mereka yang ingin mengikuti tur harus melakukan registrasi terlebih dahulu.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi Mutiara, menjelaskan bahwa “Namu Balai Kota” dirancang untuk mendekatkan ruang pemerintahan kepada masyarakat. “Kita ingin mengubah konsep bahwa ruang pemerintahan itu bisa dihadiri dan dikunjungi dengan cara yang sangat hangat. Jadi, kita datang di hari Sabtu ini di acara Namu Balai Kota bukan sekadar sebagai tamu, tetapi sebagai pemilik dari gedung ini karena ini adalah representatif Kota Jakarta,” jelas Marulina.
Selain menjelajahi Balai Kota, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti kunjungan ke Jakarta Smart City, program Kids Reporter di Studio Berita Jakarta, serta kegiatan komunitas di Ruang Pola. “Namu Balai Kota” juga menyediakan sejumlah layanan publik, termasuk layanan paspor, SIM Keliling, perpustakaan keliling, Samsat Keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan kependudukan dan perizinan.
Suharini menambahkan bahwa pelaksanaan pada Sabtu ini masih dalam tahap uji coba, dan Pemprov DKI akan mengevaluasi pelaksanaan tersebut sebelum meluncurkan “Namu Balai Kota” secara resmi. “Mudah-mudahan nanti, karena ini uji coba, bisa mendapatkan masukan yang banyak agar saat grand launching nanti oleh Bapak Gubernur, benar-benar bisa menjadi sangat homie, bermanfaat, dan berguna untuk semua warga Jakarta,” ujarnya.
Setelah uji coba, “Namu Balai Kota” akan dibuka setiap Sabtu dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program ini dan melakukan persiapan kunjungan melalui laman Jakarta Smart City dan aplikasi JAKI.














