Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto melantik tiga tokoh konglomerat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Mereka adalah Mohammad Jusuf Hamka, Dato Sri Tahir, dan Chairul Tanjung, yang masing-masing memiliki latar belakang bisnis unik dan kontribusi signifikan di bidangnya.

Mohammad Jusuf Hamka: Pengusaha Jalan Tol dan Aktivis Sosial

Lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957, Jusuf Hamka dikenal luas sebagai pengusaha yang fokus pada konstruksi dan pengelolaan jalan tol. Ia mengendalikan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan yang mengelola beberapa ruas tol penting di Indonesia. Masa kecilnya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, diwarnai pengalaman berjualan es mambo dan kacang-kacangan untuk menambah uang jajan. Pada 1981, ia memeluk Islam setelah bertemu dengan ulama Buya Hamka dan mendirikan fasilitas sosial seperti Masjid Babah Alun. Selain bisnis, Jusuf Hamka pernah aktif dalam politik sebagai bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Kini, ia resmi menjadi anggota Wantimpres, memberikan pertimbangan strategis kepada Presiden.

Dato Sri Tahir: Pendiri Mayapada Group dan Filantropis

Dato Sri Tahir, lahir di Surabaya pada 26 Maret 1952, memulai karier bisnis sejak muda. Setelah menempuh pendidikan di Nanyang University, ia menjalankan usaha perdagangan pakaian dan sepeda dari Singapura ke Indonesia. Mayapada Group yang didirikannya kini beroperasi di berbagai sektor seperti jasa keuangan, kesehatan, hotel, real estate, ritel, media, serta pertambangan dan energi. Bank Mayapada yang didirikan pada 1989 menjadi salah satu aset utama grup ini. Selain bisnis, Tahir sangat aktif dalam filantropi melalui Tahir Foundation yang fokus pada pendidikan dan kesehatan masyarakat. Ia pernah menjabat anggota Wantimpres periode 2019 dan kembali dilantik pada 2026.

Chairul Tanjung: Pendiri CT Corp dan Mantan Menteri Ekonomi

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962 dan dikenal sebagai pendiri CT Corp, yang mencakup bisnis keuangan, media, ritel, hiburan, dan properti. Berawal dari usaha kecil saat kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Chairul mengembangkan bisnis sepatu ekspor sebelum membangun Para Group yang kemudian berganti nama menjadi CT Corp. Perusahaan ini menaungi Bank Mega dan grup media Trans. Selain kesuksesan bisnis, Chairul memiliki pengalaman di pemerintahan sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2014 dan Ketua Komite Ekonomi Nasional. Pada 2026, ia kembali bergabung dalam pemerintahan sebagai anggota Wantimpres.

Peran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)

Wantimpres adalah lembaga negara yang memberi nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam pelaksanaan pemerintahan. Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2006 yang telah direvisi dengan UU Nomor 64 Tahun 2024, anggota Wantimpres dapat memberikan masukan secara langsung maupun rapat mengenai bidang pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, keamanan, dan isu strategis nasional. Kehadiran tiga konglomerat ini diharapkan memperkuat kualitas pertimbangan strategis bagi Presiden dalam menghadapi berbagai tantangan pemerintahan dan pembangunan nasional.

Ketiga tokoh tersebut mencerminkan sinergi antara dunia bisnis dan pemerintahan, membawa pengalaman serta jaringan luas yang dapat mendukung kemajuan Indonesia di berbagai sektor. Pelantikan mereka menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola negara melalui masukan dari para ahli dan praktisi berpengalaman.