Media Kampung – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berhasil memproduksi sebanyak 15.737 unit Toyota Veloz Hybrid hingga akhir Agustus 2026. Angka ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik terhadap model MPV hybrid tersebut.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, menyatakan bahwa kapasitas produksi disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia. Perusahaan terus menyesuaikan kapasitas manufaktur agar dapat memenuhi permintaan pasar secara optimal.

Investasi dan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Untuk mendukung pengembangan kendaraan elektrifikasi, TMMIN telah menyiapkan investasi sebesar Rp 1,3 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, serta meningkatkan kapasitas produksi komponen terkait.

Fokus Pasar Domestik dan Peluang Ekspor

Produksi Toyota Veloz Hybrid saat ini masih difokuskan untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Meski belum melakukan ekspor untuk model ini, TMMIN membuka peluang pemasaran di luar Indonesia dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pasar di masing-masing negara.

Sampai Agustus 2026, model Avanza dan Veloz menjadi produk Toyota dengan jumlah ekspor terbanyak. Selain itu, beberapa model lain seperti Raize, Yaris Cross, Fortuner, dan Agya/Wigo juga diekspor ke berbagai negara.

Peran Toyota dalam Industri Otomotif Indonesia

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi mobil Toyota di Indonesia mencapai 353.778 unit selama periode Januari hingga Agustus 2026. Angka ini meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan tambahan 17.446 unit.

Nyoman Winaya menyatakan bahwa perusahaan akan terus memantau perkembangan industri otomotif dan berharap dapat mencatat pertumbuhan produksi yang lebih baik hingga akhir tahun 2026.

Produksi Toyota yang konsisten menunjukkan peran penting perusahaan sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di Indonesia, yang tidak hanya melayani pasar domestik tetapi juga pasar ekspor.