Media Kampung – PT Pelindo (Persero) tengah melaksanakan restrukturisasi dengan mengurangi jumlah anak usaha sebanyak 17 entitas sebagai bagian dari upaya memperkuat model bisnis dan memperjelas peran masing-masing entitas dalam grup.
Langkah ini merupakan bagian dari program streamlining yang direncanakan sampai tahun 2026 dengan target pengurangan entitas dari 41 menjadi 24. Sebanyak 11 entitas dari 17 yang masuk dalam program ini telah menyelesaikan aksi korporasi, sementara sisanya ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2026.
Strategi Penataan Entitas dan Model Bisnis
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa transformasi Pelindo dilakukan secara bertahap dan dimulai dengan penyederhanaan struktur entitas. Setelah itu, proses penataan model bisnis akan dilakukan untuk membuat struktur yang lebih efisien dan efektif.
Penataan ini mencakup berbagai skema seperti merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi. Selain itu, Pelindo juga mengubah model pengelolaan dari strategic holding menjadi active management. Dengan model ini, Pelindo mengambil peran lebih aktif dalam pengelolaan operasional utama, sambil memperjelas pembagian peran antara holding, regional, service line, dan entitas usaha.
Peran Danantara dalam Konsolidasi
Dony menilai kehadiran Danantara sebagai holding strategis memudahkan proses konsolidasi dan integrasi bisnis Pelindo. Hal ini memungkinkan transformasi bisnis dilakukan secara lebih terintegrasi, memperkuat kinerja grup, dan menciptakan struktur yang lebih sederhana namun efektif.
Manfaat Restrukturisasi bagi Pelindo
- Meningkatkan efisiensi operasional melalui pengurangan jumlah entitas.
- Menyederhanakan struktur organisasi dan model bisnis.
- Memperjelas peran dan tanggung jawab antara holding dan anak usaha.
- Mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih terfokus dan berkelanjutan.
- Memperkuat sinergi antar entitas dalam grup Pelindo.
Dengan langkah ini, Pelindo berupaya memperkuat daya saing dan kinerja perusahaan secara keseluruhan di tengah dinamika bisnis pelabuhan dan logistik nasional.
Transformasi yang dilakukan Pelindo menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang akan terus berlanjut hingga 2026, memastikan perusahaan mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di masa depan secara optimal.












Tinggalkan Balasan