Media Kampung, Jakarta – Polri memperkuat sistem pembinaan karier personel dengan mengintegrasikan teknologi TalentDNA dan kecerdasan artifisial (AI) untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih utuh dan objektif. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan integritas personel secara menyeluruh, termasuk pada jenjang Perwira Tinggi (Pati) Polri.
Penguatan Sistem Penilaian Berbasis Data
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Pendiri ESQ Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian membahas pengembangan sistem karier berbasis TalentDNA dan AI di Mabes Polri, Jakarta. Hasil Assessment Center yang melibatkan 96 dari 100 Pati Polri menunjukkan proses penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, kinerja, dan rekam jejak personel.
Penilaian tersebut tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan memberikan gambaran kekuatan dan area pengembangan dalam kompetensi kepemimpinan seperti integritas, pengambilan keputusan, pengelolaan perubahan, dan pengawasan.
Peran AI dan Satu Data Polri
AI digunakan sebagai alat bantu analisis data yang cepat dan komprehensif, membantu menemukan pola dan kebutuhan pengembangan personel. Sistem ini juga terintegrasi dengan Satu Data Polri dan e-Kandidat, yang menggabungkan berbagai data terkait SDM seperti TalentDNA, prestasi, psikologi, dan catatan integritas untuk gambaran yang lebih lengkap.
Pengembangan SDM Sejak Pendidikan
Polri menyiapkan calon pemimpin sejak tahap pendidikan, termasuk di Akademi Kepolisian (Akpol). Pendidikan ke depan akan fokus membangun karakter, integritas, cara berpikir kritis, dan kemampuan pengambilan keputusan, bukan hanya kemampuan teknis.
Ary Ginanjar menekankan pentingnya tiga unsur pendidikan, yakni message (isi materi), method (metode pembelajaran yang menyentuh aspek afektif), dan messenger (tenaga pendidik yang mampu membentuk karakter dan integritas peserta didik).
Talent-Based Personalization dalam Pengembangan Karier
Melalui pemetaan TalentDNA pada 282 Taruna Akpol, Polri dapat mengenali potensi dan karakter individu secara terukur. Pendekatan ini mendukung pengembangan karier yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter tiap personel, bukan pola satu untuk semua.
Investasi Jangka Panjang untuk Kepemimpinan Polri
Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan SDM adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai sejak pendidikan. Integritas, kepemimpinan, dan pembinaan SDM menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan Polri dalam 20 hingga 30 tahun ke depan.
Kerja Sama Polri dan ESQ
Penguatan sistem ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan ESQ. Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan, pemetaan talenta, pembinaan karakter, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM.
Ke depan, Polri dan ESQ akan mengembangkan proyek percontohan integrasi Agentic AI dengan Satu Data Polri, penyusunan Leadership Passport, dan evaluasi Assessment Center guna membangun SDM Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas.












Tinggalkan Balasan