Media Kampung, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menyalurkan air bersih secara bertahap kepada warga di wilayah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak Mei 2026. Hingga akhir September 2026, distribusi air bersih telah mencapai 764 ribu liter dan akan berlanjut sampai status siaga kekeringan dicabut.
Wilayah Terdampak dan Upaya Distribusi
Air bersih didistribusikan ke 18 dusun yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran. Penyaluran ini dilakukan secara rutin sejak 22 Juli 2026 untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga terdampak.
Peran BPBD dan Kodim 0825 Banyuwangi
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, menyatakan bahwa pihaknya menetapkan status siaga kekeringan sebagai langkah tanggap darurat. Selain BPBD, Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi turut mendukung penyaluran air bersih dengan menyediakan tujuh tangki berkapasitas sekitar 31 ribu liter untuk Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo.
Bantuan ini merupakan bagian dari kegiatan Bakti TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, dan secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspotondo, bersama Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kaveleri Suprapto.
Dukungan Berbagai Pihak dan Sumber Air
Selain Kodim 0825, penyaluran bantuan air bersih juga didukung oleh BPBD Provinsi Jawa Timur, PMI Banyuwangi, Bank Jatim, dan PT Bumi Suksesindo (BSI). Seluruh air bersih yang didistribusikan berasal dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi.
Prediksi Musim Hujan dan Dampak Kekeringan
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Jawa Timur tidak serentak, dengan sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan Banyuwangi diperkirakan baru akan mulai menerima hujan pada Desember 2026. Hal ini menyebabkan kekeringan berkepanjangan yang memengaruhi kebutuhan air warga di beberapa wilayah.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Partana berharap pendistribusian air bersih dapat terus berlangsung sampai musim hujan tiba, sehingga kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan berbagai lembaga swasta menjadi kunci dalam penanganan dampak kemarau ini.












Tinggalkan Balasan