Media Kampung – Jawa Tengah berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang digelar di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jakarta, pada 30 September 2026. Prestasi ini menunjukkan keberhasilan provinsi dan pemerintah daerah di Jawa Tengah dalam merancang dan melaksanakan perencanaan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerima penghargaan tersebut mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Jawa Tengah meraih peringkat terbaik ketiga untuk kategori pemerintah provinsi. Selain itu, Kabupaten Kendal mendapatkan penghargaan terbaik pertama dalam kategori kabupaten, dan Kota Pekalongan memperoleh peringkat ketiga untuk kategori kota.
Sinkronisasi Perencanaan Daerah dan Pusat
Taj Yasin menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dengan pemerintah pusat. Ia menambahkan bahwa keberhasilan perencanaan harus berujung pada manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
“Ini adalah bentuk kolaborasi dan sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dengan perencanaan pembangunan pusat,” ujarnya. Salah satu program unggulan yang turut mendukung capaian ini adalah Speling (Dokter Spesialis Keliling), yang bertujuan memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama layanan dokter spesialis.
Program Speling sebagai Penunjang Layanan Kesehatan
Program Speling menjadi salah satu bagian penting dari perencanaan pembangunan Jawa Tengah yang mendapatkan perhatian dalam penilaian PPD 2026. Program ini melengkapi program pemerintah pusat seperti layanan cek kesehatan gratis dengan menambahkan layanan dokter spesialis keliling, sehingga masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih lengkap dan merata.
Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin menyampaikan, “Program ini selaras dengan program pemerintah pusat yaitu cek kesehatan gratis, yang kami kuatkan dengan layanan dokter spesialis keliling.” Program ini diharapkan menjadi solusi bagi wilayah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan spesialis.
Proses Penilaian yang Komprehensif dan Ketat
Kepala Bappeda Jawa Tengah, Yusmanto, menjelaskan bahwa penilaian PPD tidak hanya berdasarkan dokumen perencanaan, tetapi juga meliputi seluruh rangkaian pembangunan mulai dari penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan, pelaksanaan, hingga inovasi daerah.
Menurut Yusmanto, proses penilaian berlangsung cukup panjang sejak Februari hingga Agustus dengan tiga tahapan. Pada tahapan terakhir, Gubernur Ahmad Luthfi memimpin langsung tim Pemprov Jawa Tengah untuk menjawab pertanyaan dari tim penilai, menandakan komitmen tinggi dalam proses pembangunan daerah.
Dampak Pembangunan bagi Masyarakat
Capaian penghargaan ini menunjukkan bahwa pembangunan Jawa Tengah tidak hanya berfokus pada perencanaan administratif, melainkan juga penerjemahan perencanaan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Yusmanto menekankan pentingnya pembangunan inklusif yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyediakan lapangan kerja yang luas.
Perluasan lapangan kerja ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah serta antarpenduduk di Jawa Tengah. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berdampak sosial positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Partisipasi Jawa Tengah dalam PPD 2026 dan Harapan Menteri PPN Bappenas
Pada PPD 2026, sebanyak 38 provinsi, 334 kabupaten, dan 86 kota di seluruh Indonesia berpartisipasi. Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar hadiah, melainkan sebagai pemacu bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pembangunan secara berkelanjutan.
“Penghargaan yang sederhana ini bukan hadiah, tetapi pemacu supaya bekerja lebih keras lagi,” kata Rachmat. Dengan demikian, Jawa Tengah diharapkan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat.











Tinggalkan Balasan