Media Kampung, Kabupaten Serang – Warga di Kecamatan Petir dan Tunjungteja, Kabupaten Serang, saat ini menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang telah melakukan upaya penanganan dengan menyalurkan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Kamis (29/09/2026), BPBD mendistribusikan total 10.500 liter air bersih ke dua desa, yaitu Kampung Cijeruk di Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, dan Kampung Panunggulan di Desa Sukasari, Kecamatan Tunjungteja. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 725 jiwa atau 240 kepala keluarga di kedua lokasi tersebut.
Penyebab Kekeringan dan Dampaknya di Kabupaten Serang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa minimnya curah hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun menjadi penyebab utama kekeringan yang melanda wilayah ini. Selain itu, kondisi di daerah hulu menyebabkan debit air sungai yang mengalir ke wilayah hilir semakin berkurang, memperparah krisis air di daerah pesisir utara Kabupaten Serang.
“Saat ini hampir 20 kecamatan di Kabupaten Serang membutuhkan pasokan air bersih, dengan kondisi terparah berada di wilayah pantai bagian utara,” ujar Ajat.
Upaya Penanggulangan dan Kolaborasi Lintas Instansi
BPBD Kabupaten Serang terus berupaya menangani krisis ini dengan mendistribusikan air bersih secara berkala kepada warga terdampak. Penyaluran bantuan air dilakukan bekerjasama dengan organisasi perangkat daerah (OPD), Baznas, serta pihak perusahaan untuk memperluas jangkauan distribusi air bersih.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama masa kekeringan ini, terutama di kampung-kampung yang terdampak parah.
Kondisi Warga dan Kebutuhan Mendesak
Di Kampung Cijeruk, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, sebanyak 5.500 liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 80 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa. Sedangkan di Kampung Panunggulan, Desa Sukasari, Kecamatan Tunjungteja, sebanyak 5.000 liter air disalurkan untuk 160 kepala keluarga atau sekitar 485 jiwa.
Bantuan ini menjadi sangat penting karena kekeringan yang berkepanjangan mengancam ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan kebersihan rumah tangga.
Harapan dan Antisipasi ke Depan
Pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Serang terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi kekeringan di seluruh kecamatan. Langkah-langkah antisipasi, termasuk perencanaan distribusi air dan koordinasi dengan berbagai pihak, menjadi prioritas untuk mengurangi dampak krisis air bersih di masa mendatang.
Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air dan melaporkan kondisi darurat yang terjadi di wilayahnya agar bantuan dapat segera diberikan.
Krisis air bersih ini menjadi perhatian serius yang membutuhkan penanganan cepat dan berkelanjutan demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga Kabupaten Serang.











Tinggalkan Balasan