Media Kampung – Kylian Mbappé, kapten timnas Prancis dan pemain Real Madrid, mengalami cedera hiperestensi pada kapsul posterior lutut kirinya setelah pertandingan Liga Negara UEFA melawan Turki pada 25 September 2026.

Mbappé berhasil mencetak gol kemenangan untuk Prancis dalam laga tersebut sebelum mengalami cedera yang memaksanya meninggalkan lapangan pada menit ke-58. Cedera ini dikonfirmasi oleh Real Madrid setelah menjalani pemeriksaan medis pada 26 September 2026.

Menurut pernyataan resmi Real Madrid, Mbappé didiagnosis mengalami hiperestensi pada kapsul posterior lutut kiri. Klub menyatakan cedera ini tidak tergolong parah, dan estimasi waktu pemulihan diperkirakan sekitar 10 hingga 12 hari. Namun, pemain berusia 27 tahun ini sudah meninggalkan pemusatan latihan timnas Prancis dan kembali ke Madrid untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Akibat cedera ini, Mbappé dipastikan absen dalam tiga pertandingan berikutnya bersama timnas Prancis, yakni melawan Belgia, Italia, dan kembali melawan Belgia di Stade de France. Pelatih baru Prancis, Zinedine Zidane, telah mengonfirmasi bahwa Mbappé tidak akan mengikuti sisa pertandingan pada jeda internasional ini.

Real Madrid sendiri dijadwalkan menghadapi Villarreal pada 10 Oktober 2026 di LaLiga, dan jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Mbappé berpotensi kembali bermain pada pertandingan tersebut.

Cedera ini menjadi perhatian besar bagi Real Madrid dan pendukung Prancis, mengingat peran vital Mbappé sebagai ujung tombak serangan. Selain Mbappé, beberapa pemain Real Madrid lain juga mengalami cedera saat memperkuat tim nasional, seperti Ibrahima Konaté dan Federico Valverde.

Timnas Prancis telah menyiapkan skema alternatif untuk mengisi posisi Mbappé, dengan Ousmane Dembélé dan Desire Doué yang diperkirakan akan mengambil peran utama dalam serangan pada pertandingan melawan Belgia pada 28 September 2026.

Perkembangan kondisi Mbappé akan terus dipantau oleh tim medis Real Madrid dan tim nasional Prancis, guna memastikan ia dapat kembali bermain dalam kondisi optimal dan menghindari risiko cedera lebih serius.