Media Kampung, Jawa Timur – Waktu sholat Subuh pada hari Minggu, 27 September 2026, menjadi perhatian penting bagi umat Muslim di Jawa Timur dan Denpasar. Jadwal sholat yang akurat membantu umat menjalankan ibadah dengan tepat waktu dan khusyuk.

Perintah melaksanakan sholat telah jelas disebutkan dalam Al-Qur’an, seperti dalam surah Al-Baqarah ayat 43: “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku.” (QS Al-Baqarah: 43). Oleh karena itu, mengetahui jadwal sholat harian merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah yang sesuai syariat.

Berikut adalah jadwal sholat untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur pada 27 September 2026, mulai dari waktu imsak hingga isya:

WaktuJam (WIB)
Imsak03.51 – 03.55
Subuh04.01 – 04.05
Terbit05.06 – 05.16
Duha05.33 – 05.43
Zuhur11.17 – 11.27
Asar14.28 – 14.38
Magrib17.21 – 17.31
Isya18.30 – 18.40

Sementara itu, khusus untuk wilayah Denpasar, Bali, waktu sholat Subuh pada 27 September 2026 dimulai sekitar pukul 05.30 WITA. Jadwal ini dikeluarkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dan menjadi acuan bagi umat Muslim di Denpasar dan sekitarnya.

Selain jadwal, terdapat tradisi unik terkait azan Subuh di Denpasar yang dikumandangkan dua kali. Praktik ini berasal dari masa Rasulullah SAW, ketika dua muazin, Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum, bertugas mengumandangkan azan. Azan pertama dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagai tanda persiapan, sedangkan azan kedua dikumandangkan saat fajar shadiq telah muncul sebagai penanda masuk waktu sholat Subuh.

Jeda antara azan pertama dan kedua biasanya berkisar antara 30 hingga 45 menit. Tradisi ini bertujuan memberikan waktu bagi umat untuk makan dan minum sebelum memasuki waktu sholat Subuh yang sebenarnya, sehingga ibadah dapat dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan.

Memahami jadwal sholat dan tradisi azan dua kali ini penting agar umat dapat menjalankan ibadah sesuai syariat dan meraih keutamaan yang dijanjikan. Oleh karena itu, umat dianjurkan mengikuti jadwal resmi yang dikeluarkan oleh instansi terkait dan menjaga konsistensi dalam menunaikan sholat tepat waktu.

Selain itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan dan sikap sosial yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz Haji Luthfi Syarkawi Thayib mengingatkan umat agar membersihkan diri dengan benar dan menghindari sikap mengadu domba, yang bisa berdampak negatif secara spiritual dan sosial.

Dengan pemahaman dan disiplin dalam menjalankan ibadah serta menjaga nilai-nilai sosial, umat Muslim di Jawa Timur dan Denpasar dapat meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan bermasyarakat.