Media Kampung – Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) memastikan tetap mempertahankan Marcos Sugiyama sebagai pelatih kepala timnas voli putri Indonesia meskipun gagal mencapai target lima besar pada Asian Games 2026.

Timnas voli putri Indonesia berhasil menembus posisi keenam dalam ajang Asian Games 2026, namun capaian tersebut masih di bawah target yang ditetapkan PBVSI yang mengincar posisi lima besar. Meski demikian, PBVSI menegaskan bahwa kerja sama dengan pelatih asal Jepang tersebut akan tetap berlanjut karena kontrak Marcos Sugiyama masih berlaku.

Evaluasi dan Apresiasi dari PBVSI

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBVSI, Adang Ginanjar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena target medali belum tercapai. Namun, ia juga mengapresiasi perjuangan dan kerja keras seluruh pemain selama kompetisi berlangsung.

Adang menilai performa timnas voli putri menunjukkan tren positif, terutama bagi pemain-pemain muda yang mendapatkan pengalaman berharga di level internasional. PBVSI memandang Asian Games 2026 sebagai ajang pembinaan yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad nasional ke depan.

Fokus pada Pembinaan Pemain Muda

PBVSI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penampilan timnas putri dan memperbaiki aspek-aspek yang masih kurang. Adang menekankan pentingnya jam terbang dan pengalaman internasional bagi pemain junior yang baru beberapa kali mengikuti kompetisi besar.

“Kami tetap akan melakukan evaluasi. Ini adalah pengalaman berharga bagi para pemain muda yang baru dua atau tiga kali mengikuti event internasional,” ujar Adang. Ia berharap dengan latihan intensif, performa timnas voli putri akan terus meningkat ke depannya.

Harapan ke Depan

Meski belum mencapai target ideal, PBVSI optimis dengan potensi yang dimiliki timnas voli putri Indonesia. Dengan pembinaan yang tepat dan bimbingan dari Marcos Sugiyama, diharapkan prestasi tim ini akan semakin membaik di turnamen-turnamen internasional mendatang.

Pengalaman di Asian Games 2026 menjadi modal penting untuk membangun skuad yang lebih solid dan kompetitif di masa depan, mendukung ambisi Indonesia untuk semakin berprestasi di kancah olahraga voli Asia dan dunia.